Tourism and Environment Talks

Tourism and Environment Talks

Good News From East Borneo

Dengan Sunpride, Beradaptasi New Normal Kini Kian Mudah

Produk Pisang Sunpride

Kapan pandemi ini berakhir ya? Wajar, pertanyaan ini berulang kali sudah ada di pikiran kita. Namun sayang, belum jua kita bisa memanen jawabannya? Dan kita malah mendapat doktrin istilah new normal, yakni penerapan gaya hidup sehat, yang –kini- masih dirasa ‘sukar’ dilakukan.

Selama enam bulan lamanya, ketika Pandemi merebak di Indonesia Mei 2020 lalu. Pemerintah mengeluarkan kebijakan, di rumah saja. Dan tentu, kebijakan ini memberikan dampak yang melebar kesemua aspek kehidupan manusia.

Namun hal terpenting yang menjadi fokus utama adalah masalah ancaman kesehatan akibat Pandemi ini. Nah, oleh sebab itu, aktivitas new normal bisa saja menjadi obat mujarab- sementara- menghalau penularan covid-19 melebar lagi.

Utamanya ya bagaimana bisa mencipta kekebalan daya tahan tubuh kita, dalam hal menurunkan penularan Covid-19 tadi. Selain upaya tetap memakai masker dan mencuci tangan. Nah hal terkecil lainnya, yang mudah yakni mengubah pola makan sehat! Minimal membiasakan mengonsumsi buah-buahan!

Ah, jika teringat dan berkaca pada cara old normal yang pernah kita lakukan sebelum Pandemi merebak, dimana semua gaya hidup dahulu, sudah melupakan pola makan sehat-kan?

Nah lalu, bagaimana caranya kebiasaan New normal, akan menjadi pembeda dan kita dapat menikmati Pandemi ini dengan mudah? Guna membalikkan kondisi kembali beraktivitas, serta membawa pelajaraan new normal tadi agar terus berlaku di masa mendatang.

Ah, hal ini menjadi sekelebat pengingat kepada kita semua agar berhasrat kembali mengatur pola makan sehat, nan bergizi. Terutama mengkonsumsi produk buah-buahan yang higienis dan ramah lingkungan, yang semuanya bisa didapatkan dalam produk buah-bahan segar Sunpride. Iya Sunpride!

Produk buah-buahan segar Sunpride kini kian mudah dijangkau di mana saja  dalam mengoptimalkan new normalI Dokumentasi Pribadi
Produk buah-buahan segar Sunpride kini kian mudah dijangkau di mana saja I Dokumentasi Pribadi

Ternyata memulai New normal itu penting dan mudah kok?

Nah terungkaplah, fakta yang terdapat dalam survey diet 2014. Ibu Reihana, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi lampung, menyampaikan hal itu dalam Webinar Great Giant Food (GGF) 2020, Selasa, (11/8) lalu.

Webinar KJGGF 2020

Dimana, adanya data kecenderungan kesukaan masyarakat mengonsumsi makanan siap saji, yang minim bahan sayuran bergizi. Terlebih adanya fakta masyarakat mengkonsumsi semua makanannya itu, cenderung bersifat pilihan dengan pertimbangan kesukaan saja.

Bahkan melupakan hal penting, seperti nutrisi penting yang terdapat di dalamnya sebagai alasan untuk melahapnya. Sehingga dampaknya tentu sudah menurunkan kebutuhan asupan energi yang harusnya tersedia di dalam tubuh kita, atas produk makanan kesukaan kita tadi.

Materi Webinar KJGGF 2020 dalam mengoptimalkan masa new normal
Materi Webinar KJGGF 2020

Lalu, dalam paparannya, Ibu Reihana lagi juga mengatakan jika Golongan masyarakat dengan kelompok umur 5-12 tahun, 13-18 tahun, 19-55 tahun sampai berusia lebih dari 55 tahun cenderung mengalami defisit asupan energi harian yang idealnya tersedia..

Dan yang ekstrimnya adalah jika kelompok usia rentan di atas usia 55 tahun, mengalami defiasi kecukupan kalori harian yang sangat signifikan. Dimana pada golongan usia 55 tahun ke atas, asupan kalori yang tersedia harusnya bernilai 1,924 Kkal, dan hanya berhasil tersedia dalam tubuh dengan nilai rerata sebesar 1,497 Kkal saja.

Sementara itu, komoditas pangan beras –masih- menjadi primadona masyarakat kita, dengan nilai konsumsi 197.1 gram/orang/hari. Adalagi, komoditas pangan Mie, Jagung dan bahan lainnya dengan porsi 32.6 gram/orang/hari. Serta terigu lainnya sebanyak 9.6 gram/orang/hari. Tiga olahan tadi menjadi top-tri bahan makanan pokok oleh masyarakat kita dan terekam dalam survey diet 2014 itu.

Dan lagi, pola makan old normal di atas. Masyarakat ternyata juga gemar melakukan perilaku jarang berolahraga, merokok, mengkonsumsi produk gorengan, minuman bersoda serta jarang mengkosnumsi buah.

Mengubah perilaku New Normal dengan pola makan sehat!

Semuanya sudah menyebabkan masalah kesehatan serius. Salah-satunya masalah ganguan pencernaan yang bisa menjalar pada banyak penyakit mematikan lainnya.

Termasuk menurunkan daya tahan tubuh. Nah dari fakta tadi, saatnya kini menyudahi kebiasaan old normal kita dahulu dan mulai beradaptasi kebiasaan baru new normal kini.

Nah, Ibu Reihana, juga melanjutkan dengan menjelaskan dan segera menjalankan 4 pilar gizi seimbang yang bisa menjadi rujukan kita bersama selama Pandemi berlangsung. Apa saja itu ya?

Pertama, mencoba mengonsumsi pangan yang beraneka ragam!

Nah dalam fakta riset di atas, beras dan mie sudah menjadi produk andalan masyarakat kita yang tertinggi ya? Dan tentu sudah menjadi rahasia umum, jika nasi dan produk terigu menjadi awal penyebab masalah kesehatan yakni, penyakti gula dan obesitas.

Oleh sebab itu, aneka pangan lain, seperti jagung, ubi jalar, singkong bahkan pisang, bisa jua menjadi pilihan standart baru dalam upaya  mencari pengganti bahan nasi.

Dan tentu harus menyertakan elemen makanan bergizi lainnya, seperti protein yang didapat dari daging sapi dan unggas, serta jua sayuran.

Dan terpenting –lagi- bahan tadi juga mengandung elemen vitamin A, Vitamin C dan Vitamin E. Dimana ketiga vitamin tadi terbukti ampuh, mengatur sistem kekebalan tubuh, pelindung berbagai infeksi, dan mentralkan radikal bebas. Ketiga khasiat itu, idealnya harus tersedia dalam tubuh di masa Pandemi saat ini.

Ilustrasi bahan makanan pengganti nasi dalam mengubah gaya hidup new normal kiniI Gambar diolah
Ilustrasi bahan makanan pengganti nasi I Gambar diolah

Termasuk jangan lupa, hal yang sederhana yakni gemar melahap buah-buahan yang kaya nutrisi ketiga vitamin tadi, dan kini dengan mudah didapatkan serta gampang mengolahnya.

Kedua, membiasakan perilaku hidup bersih

Dalam hal ini, Pandemi sudha banyak mengajarkan kepada kita untuk membiasakan diri, taat protokol kesehatan yakni sering melakukan mencuci tangan, dan menggunakan maskernya. Dan kita mau tidak mua, harus melakukannya kan?

Ketiga, melakukan aktivitas fisik.

Dalam kehidupan keseharian, melakukan aktivitas olahraga memang terasa sulit ya di waktu dahulu. Kini dengan berdiam di rumah saja, bisa menjadi momen untuk mengatur waktu sebanyak mungkin untuk bergerak, meski di lingkup ruang rumah saja. Atau melakukannnya di luar rumah, bahkan.

Keempat, mempertahankan dan memantau berat badan ideal.

Mengingat masalah penyakit obesitas, menjadi masalah global, dimana masyarakat Indoensia jua luput merasakannya.

Terlebih karakterisitk masyarakat kita yang gemar junk-food dan jua produk makanan bergula tinggi. Sehingga, pola makan ini tentu saja, akan berdampak buruk bagi kesehatan kita kan? Dan bisa –rentan- lebih berbahaya jika tertular Covid-19, akibat daya tahan tubuh menurun.

Produk GGF, memasok nutrisi di kala Pandemi

Pandemi yang berdampak pada semua sektor usaha, ternyata mampu menulari pertumbuhan positif pada sektor Pertanian kita ya? Badan Pusat Statistik (BPS), mencatat jika perkembangan ekspor dan impor pada Maret 2020 lalu mengalami kenaikan sebesar 16,23 % year to year (yoy). Nilai ekspornya mencapai angka US$ 14,09 miliar.

Ekspor buah segar RI Januari-Mei 2020 melonjak 375.000 ton ke berbagai negara seperti Vietnam, Malaysia dan juga India.

Artinya hal ini menandakan produk buah-buahan menjadi incaran dunia, sebagai komoditas penting pangan dalam hal menjaga nutrisi masyarakat selama Pandemei. Lebih luas lagi, sektor pertanian sudah membuktikan bisa terus menggerakaan roda perekonomin petani dalam lingkup luas.

Lutfhiany Azwawi, Head of Product Managnement and Marketing PT sewu Segar dalam webinar KJGGF 2020, meyakinkan jika GGF juga sudah berkomitmen dalam hal menggerakan ekonomi masyarakat tadi, lewat produksi buah-buahan segar Sunpride.

GGF Ikut menggerakkan ekonomi masyarakat selama New Normal

Lutfhiany Azwawi mengatakan dengan model Sustainable integrated Farming Model, sudah banyak mengikutkan sektor UMKM lainnya dalam menambahkan added value produknya. Dimana semua hasil buangan/waste dari produksinya, bisa memanfaatkan hasil buangan tadi, dengan kerja sama petani lainnya dan pelaku UMKM, yang menghasilkan produk baru yang bernilai ekonomi.

Materi Webinar KGGGF 2020 dalam mendukung new normal
Materi Webinar KGGGF 2020

Contohnya adalah bio-gas dan pupuk dari kotoran sapi, hasil waste peternakan GGF yang digunakan dalam pertanian GGF dan usaha komersil lainnya. Serta hasil olahan pangan lainnya, dengan membuatnya dari sisa buangan produk buah-buahan yang tidak terpakai.

Nah dengan kerjasama ini tentu saja, akan banyak sektor UMKM masyarakat dalam memberikan produk baru yang layak secara ekonomi. Dan menghidupkan perekonomian masyarakat yang sama-sama meningkat dengan hasil pertumbuhan ekonomi dari sektor pertanian secara luas, meski berjalan di tengah Pandemi ini.

GGF, lewat PT Sewu Segar Nusantara saat ini, lanjutnya juga terus menggenjot produk buah-buahan segar. Produknya yakni pisang, Nenas, Jambu, Apel dan Pir asal Bali, Blitar dan Aceh, yang dapat tersedia kapan saja.

Lewat jaringannya yang telah melebar, market buah segar GGF dengan branding Sunpride, GGF sudah berhasil masuk ke pasar negara Asia Pasifik hingga negara Timur tengah.

Nah GGF sendiri, adalah grup usaha korporasi Gunung Sewu Grup yang mengemas aneka produk pertanian sejak 2016 lalu. Bukan hanya produk Buah-buahan dengan merek dagang Sunpride saja. Namun produk pertanian lainnya, dengan merek dagang Re Juve, Bonanza, Hometown dan cap kodok juga sudah menyebar ke berbagai market di penjuru Nusantara.

Caraku mulai membiasakan New Normal dengan memilih produk buah pisang Sunpride ah!

Nah menerapkan semua hal yang kita bicarakan diatas tadi, bagi saya kini sangatlah mudah, dan -ya relatif- murah sih. Tentu saja, dengan mulai menyukai dan berani melahap buah-buahan. Nah, saya bisa memulainya dari buah Pisang, misalnya.

Mengapa, pisang? Ya bisa saja jawabannya, adalah harganya yang murah dan mudah mendapatkannya di toko supermarket terdekat!

Jenis pisang Indoensia yang kita sudah ketahui mendukung new normal
Jenis pisang Indoensia yang kita sudah ketahui

Nah, berbicara soal pisang, selain manis, pisang memiliki banyak manfaat nutrisi bagi kesehatan, dan tentu baik jika mengkonsumsinya sesering mungkin. Kandungan buah pisang yakni kaya akan kandungan karbohidrat, protein, mangan, vitamin A, B,C juga serat, adapula kalium dan magnesium. Lengkap kan?

Nah dengan sederat nutrisi tadi, tentu tubuh akan mendapat manfaat positif dari pisang. Manfaatnya yakni sebagai sumber energi ketika selesai beraktivitas, membantu pertumbuhan otot-otot, mengatur denyut jantung, tekanan darah.

Adalagi bisa menangkal efek kerusakan sel dan jaringan tubuh, karena pisang kaya akan antioksidan. Serta tak kalah penting pisang juga meringankan tugas pembersihan darah dan ginjal.

Buah pisang Sunpride, Higienis dan ramah lingkungan dan cocok menemani new normal di rumah saja I Dokumentasi Pribadi
Buah pisang Sunpride, Higienis dan ramah lingkungan I Dokumentasi Pribadi

Dan terpenting, pisang turut membantu proses pencernaan dalam perut kita, terlebih asupan seratnya yang memudahkan kita BAB. Pisang jua adalah sumber saripati resisten, yakni sumber energi bakteri postif yang  ada di usus besar yang membatu proses pencernaan. Dan manfaatnya tentu akan mengurangi resiko kanker usus besar.

Yuk menikmati pisang Sunpride di masa new normal!

Selama ini, kita bisa langsung menyantap pisang dengan mudah dengan mengupas kulitnya terlebih dahulu. Dan jika mau mengolahnya, kita bisa mencobanya denganmenjadikannya minuman jus dan menambahkan susu rendah lemak, madu, dan buah lainnya seperti tomat.

Bisa juga mencampurkan irisan pisang dengan oatmeal. Ada juga yang mengolahnya dengan membuat kue bolu, yakni mencampurkan adonan pisang, ke adonan kue bolu tadi.

Dan yang pula nikmat adalah, mengoleskan selai kacang pada pisang dan langsung melahapnya! Ah, kamu bisa coba deh ya, kenikmatan buah pisang itu sekarang!

Mengapa harus pilih pisang Sunpride?

Produk pisang sunpride adalah produk higienis, semua tahapan proses produksinya hingga produknya sangat transparan. Produknya juga dapat kita telusuri dengan mudah dari proses produksi sampai ke toko penjualnya.

Produk buah segar Sunpride selalu jadi pilihan untuk mendukung new normal masa pandemi I Dokuemtasi Pribadi
Produk buah segar Sunpride selalu jadi pilihan I Dokuemtasi Pribadi

Bebas residu pestisida, berkualiats ekspor, serta mensejahterakan para petani dan produknya adalah ramah lingkungan.

Jadi, beradaptasi New-normal dengan produk Sunpride, siapa takut?

Nah paparan diatas, bisa menjadi wujud kecil untuk memulai kebiasaan baru new normal di masa pandemi ini. Kebiasaan baru untuk terus berperilaku hidup sehat dan tetap bisa beraktivitas dengan leluasa.

Dua hal ini, akan bisa menjadi pemecut semangat kita untuk segera mengakhiri Pandemi ini. Tentu saja, dengan upaya keras mengubah kebiasaan old normal menjadi new normal dengan pola makan sehat buah-buahan.

Dan salah satu hal kecil, dengan memilih produk buah-buahan Sunpride sebagai konsumsi favorit harian kita. Dimana eksistensi Sunpride juga sudah bisa kita rasakan menjadi motor penggerak ekonomi negara.

Dengan memasok kebutuhan mutrisi hasil pertanian kepada masyarakat, terlebih mendongkrak kesejahteraan petani kita, di tengah Pandemi saat ini.

Produk buah segar Sunpride lainnya, yang mudah ditemukan di Samarinda, dan memduahkan kita menjalani new normalI Dokumentasi Pribadi
Produk buah segar Sunpride lainnya, yang mudah ditemukan di Samarinda I Dokumentasi Pribadi

Ah, membiasakan New normal, siapa takut! Tapi jangan lupa untuk tetap memaki masker dan mencuci tangan sesering mungkin.

error: Content is protected !!