Mudahnya Merasakan Nilai-nilai Keberlanjutan Ekspedisi Pelayaran Antar Pulau PT SPIL

Aplikasi mySPIL Reloaded dari PT SPIL akan mudah memastikan keberlangsungan ekonomi, menginvasi hasil produksi seluas-luasnya , dengan hanya meninggalkan sedikit jejak karbon bagi keberlangsungan Bumi, dari ancaman pemanasan Global

Jasa ekspedisi pelayaran modern PT SPIL kini sudah berhasil mengoptimasi rute pelayaran menggunakan AI Router planner, Digitalisasi dokumen logistik ,serta penggunaan bahan bakar operasional pelayaran yang rendah sulfur I @ptspil

Kabut kerap menyelimuti pandangan alur Sungai Mahakam di setiap pagi buta.Namun, anehnya kondisi itu justru tak menyurutkan tekad puluhan kapal tongkang mengular bergerak pelan ke arah hilir sungai.

Mereka harus segera memuntahkan kembali berton-ton batu bara  masuk ke dalam kapal Vessel  di laut melanjutkan perjalanan antar pulau di Indonesia.

Suasana mencekam, kala puluhan kapal tongkang melintasi kolong jembatan sungai Mahakam, yang menjadi ikon kota Samarinda. Semua kapal tongkang harus berhenti sesaat!

Puluhan Ponton mengirimkan batubara ke muara sungai Mahakam I PHOTO; EASTBORNEO.MY.ID
Puluhan Ponton mengirimkan batubara ke muara sungai Mahakam I Photo : eastborneo.my.id

Setiap kali melintasi kolong jembatan, Nahkoda kapal tugboat, yang bertugas menarik kapal-kapal tongkang bermuatan batu bara harus berkali-kali mengontak kapal-kapal tug boat lainnya, yang berada di dekat pos Jembatan mahakam.

Mereka  minta dikawal dan diarahkan melintasi kolong tiang Jembatan Mahakam agar aman.

Kapal-kapal tongkang harus rela mengantri satu-satu, sembari  berkejaran dengan momentum waktu air pasang sungai pagi hari  yang tak lama, agar tidak karam, dan dapat terus berlayar ke muara.

Asap putih beraroma Sulfur mulai terhirup tajam, berasal dari gundukan batu bara di dalam kapal Tongkang.

Ternyata resiko terbakarnya batubara yang memantik asap putih tadi, menjadi sebuah keniscayaan selama pelayaran berlangsung.

Jika terus dibiarkan kerugian pun tak terelakkan bagi pemiliknya, kacau!

Namun faktor ketergesaan pengiriman batu bara, bagi setiap penyedia jasa ekspedisi pelayaran, memang sangat rentan beresiko besar, bukan?

Ya kalau-kalau tongkang menabrak tiang jembatan-jembatan yang banyak melintang di sepanjang sungai Mahakam, dan pasti kerusakannya menimbulkan dampak sosial-ekonomi masyarakat Kaltim yang menggantungkannya sebagai akses jalan penghubung penting mereka.

Jembatan Ahmad Amin Jematan yang melintang di Sungai Mahakam I Photo ; eastborneo.my.id
Jembatan Ahmad Amin Jematan yang melintang di Sungai Mahakam I Photo ; eastborneo.my.id

Selain itu,  resiko Tongkang karam akibat dampak pendangkalan sungai, serta potensi tabrakan antar tongkang yang padat hilir-mudik di jalur Mahakam kerap jua terjadi.

Nah, jika resiko itu benar-benar terjadi, hal itu sangatlah mudah memantik ancaman penutupan jalur sungai Mahakam oleh masyarakat yang terdampak.

Dan menyebabkan ancaman keberlangsungan energi itu benar-benar nyata!

Tak lama kemudian, 3 kapal Tug Boat mendatangi badan kapal tongkang berbobot 2 ton itu. Perlahan ketiganya mengawal dengan cara menempel pada sisi-sisi tongkang, berjalan pelan-pelan, mengarahkan  bergerak presisi melintasi kolong Jembatan sungai Mahakam.

Nah, fakta-fakta itu setidaknya merekam sedikit dari banyak sekali resiko teknis dan non-teknis yang membayangi penyedia jasa ekspedisi pelayaran, dibalik hitungan-hitungan bisnis manis, yang dirasakan pelanggannya mencicipi jasa ekspedisi pelayaran bagi keberlangsungan bisnis mereka.

Ya seperti hitungan efisiensi biaya operasional pengiriman, penggunaan kapasitas yang besar, stabilitas pasokan, serta beragam kemudahan terhubung ke zona industri Nusantara.

Namun hal terpenting yang harus dicatat, jika penggunaan jasa ekspedisi pelayaran sudah berhasil memberikan  nilai plus-plus lainnya, yakni nilai keberlanjutan dari sisi lingkungan?

Hal itu terlihat jelas bagaimana penyedia jasa pelayaran modern kini berhasil menekan emasi gas karbon atas penggunaan bahan bakar fosil, jika dibandingkan penggunaan jasa ekspedisi moda darat.

Terlebih, jasa ekspedisi pelayaran modern kini sudah berhasil mengoptimasi rute pelayaran menggunakan AI Router planner,  Digitalisasi dokumen logistik ,serta penggunaan bahan bakar operasional pelayaran yang rendah sulfur!

Candu Jasa Ekspedisi demi Keberlanjutan Energi Kini dan Nanti

Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”

Amanat UUD 45 di pasal 33 ayat 3 di atas, dari dahulu hingga sekarang kerap menjadi tantangan berat Pemerintah.

Hal itu terkait dengan bagaimana konsistensi Pemerintah mendistribusikan hasil kekayaan bumi nusantara, agar dapat oleh seluruh warga negara.

Salah satunya adalah pemenuhan kebutuhan energi listrik yang menjadi komoditas wajib kepada Masyarakat, guna menggeliatkan roda ekonomi masyarakat.

Beruntung provinsi Kalimantan Timur dianugerahi kekayaan sumber daya alam Batubara melimpah, berupa komoditas Batu Bara yang banyak tersimpan di daerah-daerah hulu Sungai Mahakam.

Karena,  Batu bara masihlah menjadi candu energi,  sebanyak 30% kebutuhan energi listrik nasional masih dipantik oleh komoditas batubara.

Terlebih lagi harga komoditas BBM kini melonjak, imbas gejolak keamanan di timur tengah yang memblokade jalur ekspedisi pelayaran energi terpenting dunia, yakni Selat Hormuz.

Hal itu pasti mudah memantik ancaman keberlangsungan kebutuhan energi dunia.

Jalur Mahakam memang bukanlah Selat Hormuz, namun jika menarik lagi ulasan tulisan di atas, alur pelayaran sungai Mahakam juga sangat vital, bukan?.

Artinya, jasa penyedia ekspedisi pelayaran harus mahir menjamin barang kiriman apapun, agar bisa samapai tujuan dengan tujuan. Ditambah tawaran layananan proses administrasi yang mudah dan transparan layanan bagi para para penggunanya.

Dan ternyata, tantangan pengiriman bahan baku energi batu bara dari Samarinda  belum usai hingga di Muara Sungai!

Di laut, sudah menunggu  kapal vessel yang berkapasitas lebih besar, yang dilengkapi dengan teknologi modern untuk mampu beradaptasi dengan tantangan pengiriman di laut lepas selanjutnya, mengirimnya ke penjuru Nusantara.

Dan dalam prakteknya, komoditas Batubara juga memerlukan penanganan pengiriman yang tepat dan juga keamanan yang presisi!

Dalam pengiriman komoditas batubara misalnya faktor beban yang besar dan karakternya yang curah akan memerlukan perhitungan matang terhadap  batasan kiriman batubara yang aman di dalam kapal Vessel berlayar di lautan

Lantas, faktor kelembapan udara yang tinggi di laut, juga sangat mudah berpotensi menurunkan kualitas batubara.

Serta faktor hitungan waktu loading dan unloading yang pas, yang pasti berhubungan dengan faktor-faktor produktivitas proyek.   

Semua faktor itu harus dipikirkan secara matang, bukan?

PT SPIL Indonesia Manjakan Jasa Ekspedisi Energi Terbaik dengan Ragam Keunggulan Layanan

Sejak lama, PT Salam Pacific Indonesia Lines, PT SPIL telah menjadi penyedia jasa ekspedisi pelayaran terbaik andalan tanah air, yang mengambil kontribusi terhadap  keberlangsungan energi dalam negeri.

Sepak terjang PT SPIL yang dahulu dikenal PT Samudra Pasifik telah malang melintang di dunia ekspedisi pelayaran. PT SPIL berhasil menawarkan layanan jasa ekspedisi Bulk Carrier (Kapal Vessel/curah) dalam pengiriman  batubara antar pulau Nusantara

Dalam seminggu, kapal Vessel, yang berkapasitas besar mampu mengangkut beban batubara setara  pengangkutan 300 truk batu bara, yang menjadikan solusi  menekan emisi karbon di udara.

Nah, keunggulan pelayanan ekspedisi pelayaran batubara yang dijalankan PT SPIL di Kaltim sudah berhasil  menerapkan sistem Ship+Logisitk yang menggabungkan moda laut, darat dan menerapkan teknologi digital dalam satu ekosistem pengerjaan.

Unit PT SPIL, akan mengangkut Batubara menuju pelabuhan di Balikpapan lewat moda darat, memindahkannya ke dalam kontainer dengan presisi, lalu memasukkan kontainer yang tertutup ke dalam vessel.

Pengiriman batubara memiliki target capai yang dipantau mudah via digital. Dan akhirnya layanan bongkar muat kontainer di pelabuhan, dan pengiriman batubara diteruskan ke tujuan dengan menggunakan truk logistik SPIL.

Dan semua step by step penanganan itu, akan terekam di genggaman tangan pelanggannya, ya lewat aplikasi mySPIL Reloaded  kapan saja karena  sudah terintegrasi secara digital.

Nah, layanan yang paripurna terbentuk dari proses metamorfosis panjang PT SPIL sejak 1970 lalu, dimana PT SPIL  sudah mampu mengkolaborasikan layanan grup perusahaan, dengan aneka jasa pelayanan ekspedisi yang saling melengkapi, dan menjadi keunggulan jasa ekspedisi pelayaran antar pulau di Indonesia.

Sebagai informasi, jika kapal SPIL memiliki kapal kontainer multifungsi (container vessel) yang juga dapat mengangkut muatan berat selain batubara, yakni komoditas baja, dan juga semen. Seluruh kapal SPIL telah memenuhi sertifikasi internasional.

Dengan standar ini, SPIL memastikan setiap perjalanan memenuhi aspek keselamatan dan efisiensi.

PT SPIL mengoperasikan pelayaran ke lebih dari 39 pelabuhan aktif di Indonesia, mulai dari Kalimantan (Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak), Jawa (Surabaya, Jakarta), Sulawesi (Makassar, Bitung), serta Papua (Sorong, Jayapura).

Dan akhirnya, secara umum dapat dikatakan keunggulan PT SPIL sebagai penyedia jasa ekspedisi pelayaran terbaik antar pulau di Indonesia  yakni

  • PT SPIL memiliki armada besar dengan jadwal pasti.
  • Jaringan pelabuhan terluas di Indonesia.
  • Sistem pelacakan digital 24 jam.
  • Efisiensi biaya total (Total Cost Efficiency).
  • Keamanan dan kepastian waktu pengiriman.
  • Sertifikasi internasional untuk keselamatan kapal dan muatan.

Memanen Kemudahan Meraih Keberlanjutan Bisnis Kita Sekarang juga!

Aplikasi mySPIL Reloaded memberikan kemudahan atas akses pengiriman barang antar pulau dengan mudah lewat akses digital di genggaman tangan I photo : eastborneo.my.id
Aplikasi mySPIL Reloaded memberikan kemudahan atas akses pengiriman barang antar pulau dengan mudah lewat akses digital di genggaman tangan I photo : eastborneo.my.id

Jika menyesapi tulisan di atas, yang membahas keberhasilan PT SPIL berkontribusi menjaga keberlangsungan energi dalam negeri hingga hari ini, di tengah gejolak krisis energi saat ini, bisa menjadi sebuah inspirasi baru bagi kita, bukan?

Ya apalagi kalau bukan sebuah inspirasi atas layanannya yang juga bisa memastikan keberlangsungan ekonomi masyarakat kita, lewat ide-ide bisnis yang sedang dikerjakan sekarang ini?

Salah satunya menginvasi usaha, menjadikan diri kita menjadi eksportir atau importir dalam negeri?

Namun,  apakah benar hal itu bisa mudah terwujud ya?

Nah, jika memahami, satu dari banyak keunggulan layanan PT SPIL. Salah satu layanan jasa ekspedisi PT SPIL yakni Less Container Loaded (LCLbisa menjadi pilihan terbaik para pelaku UMKM sekalipun?

Ya layananan ini ibarat “nebeng kirim” atau berbagi bagasi dalam sebuah  kontainer besar.

Jadi, kita tidak perlu memenuhi batas kuota barang satu kontainer penuh untuk mengirim barang pelanggan kita yang berada di seberang pulau sana!

1. Bagaimana Cara Kerja Less Container Loaded (LCLini?

Dalam sistem  LCL, penyedia jasa logistik (biasanya freight forwarder) akan mengumpulkan barang dari beberapa pengirim yang berbeda ke dalam satu kontainer. Proses ini disebut dengan konsolidasi.

  • Penyatuan: Barang-barang dikumpulkan di gudang CFS (Container Freight Station).
  • Pengiriman: Kontainer dikirim ke pelabuhan tujuan.
  • Pembongkaran: Sesampainya di tujuan, kontainer dibuka (dekonsolidasi) dan barang dipilih kembali untuk diambil oleh masing-masing penerima.

2. Kapan Harus Menggunakan Less Container Loaded (LCL?

Layanan ini adalah pilihan tepat bagi para pelaku UMKMjika:

  • Volume barang berkapasita kecil (biasanya di bawah 10-15 meter kubik atau CBM).
  • Pelanggan tidak buru-buru dalam pengirimannya, karena proses konsolidasi dan bongkar-muat butuh waktu ekstra.
  • Jika pelanggan memang ingin menekan biaya pengiriman dibanding harus membayar satu kontainer penuh (FCL – Full Container Load).

3. Lantas berapa biaya pengirimannya?

Nah di fase ini, pelanggan bisa memanen semua informasi soal jadwal keberangkatan pengiriman barang, ancer-ancer harga Ocean Freight bahkan tracking pengiriman bisa lewat aplikasi mySPIL Reloaded saja

Namun, pelanggan harus log-in dengan mengisi form terlebih dahulu, hingga akhirnya memiliki akun MySpill dengan sebuah password.

Jika sudah terhubung dengan aplikasi mySPIL Reloaded, kita bisa mencocokkan keperluan kita, seperti jadwal keberangkatan pengiriman, jenis kiriman dan perkiraan ongkos jasa yang harus kita bayar.

Dan selanjutnya, kita bisa melakukan tindakan administrasi pengirimannya yang –masih– dilakukan di akun MySpill Reloaded.

Nah, sudah mendapat notifikasi pengiriman segera tiba di pelabuhan tujuan, kita juga dengan mudahnya dapat membayar Electronic Delivery Order (e-DO) hanya lewat aplikasi e-wallet favorit, seperti tokopedia dan juga Gopay!

Pembayaran lectronic Delivery Order (e-DO) segera,, bertujuan agar barang kiriman bisa kita ambil segera di pelabuhan ketika barang kiriman kita sampai.

Electronic Delivery Order (e-DO) adalah dokumen digital dan aman yang mengotorisasi pelepasan barang impor dari gudang atau terminal, menggantikan Delivery Order fisik berbasis kertas.

Dokumen ini menyederhanakan logistik dengan memungkinkan pengajuan online, pemrosesan instan, dan pelacakan waktu nyata, sehingga mengurangi waktu tunggu dan biaya secara signifikan.

Aplikasi mySPIL Reloaded memberikan kemudahan atas akses pengiriman barang antar pulau dengan mudah lewat akses digital di genggaman tangan I photo : eastborneo.my.id
Aplikasi mySPIL Reloaded memberikan kemudahan atas akses pengiriman barang antar pulau dengan mudah lewat akses digital di genggaman tangan I photo : eastborneo.my.id

Penting! jangan lupa cek status “Paid” di aplikasi mySPIL Reloaded setelah membayar. Begitu status berubah, pelanggan bisa langsung klaim e-DO Anda secara digital.

Nah, jika membayar lewat VA, e-DO biasanya terbit lebih cepat daripada transfer manual ke rekening biasa

Ah, rasanya berselancar di aplikasi mySPIL Reloaded dari PT SPIL akan mudah memastikan keberlangsungan ekonomi kita, mencoba menginvasi hasil produksi usaha seluas-luasnya , dengan hanya meninggalkan sedikit jejak karbon bagi keberlangsungan bumi, dari ancaman pemanasan Global saat ini.

Kredit Photo Cover Artikel : IG @ptspil

Kamu juga harus baca artikel ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!