Enviro & Tourism Talks

Enviro & Tourism Talks

Good News From East Borneo

Menjajal Kuatnya Semen Tonasa, Kukuhkan Infrastruktur Daerah

Usia 53 Tahun Semen Tonasa serta ragam inovasinya, menjadi semangat ganda yang akan berbuah optimisme, berkontribusi pada pembangunan bangsa pasca Pandemi


Jalan lurus panjang membelah belantara Kalimantan Timur (Kaltim), mampu menghubungkan dua kota penting yakni Balikpapan dan Samarinda.

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) sepanjang 97.3 KM itu resmi kukuh menjadi pondasi ekonomi baru Kaltim, sejak Desember 2020 lalu. Biasanya melalui jalan provinsi, dengan rute Balikpapan-Samarinda menyita waktu 1.5-2 jam, kini hanya menelan waktu 1 jam-an saja!

Jalan Tol Balsam indah membelah Belantara Kaltim I Kompas.com
Gerbang Tol Balsam I Kompas.com

Sekelebat, mudah dibayangkan jika kehadiran infrastruktur jalan tol Balsam akan mudah memantik roda ekonomi daerah Kaltim, berputar lebih kencang lagi kan?

Terlebih dihubungkan dengan hiruk-pikuk kesibukan Kaltim kelak, memanja pelayanannya sebagai Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia.

Jalan Tol Balsam secara tidak langsung, sudah menjadi penghubung banyak daerah di Kaltim, sebut saja Kota Samarinda, Balikpapan, Kab Penajam Paser Utara, Kab Kutai Kertanegara serta Kota Bontang.

Artinya apa? Dengan kemudahan konektivitas itu, akan mampu membuka isolasi daerah Kaltim kepada dunia, sekaligus membuka keran industri Pariwisata, melincahkan geliat ekonomi sektor rill masyarakat Kaltim.

Duh, jalan Tol Balsam kini serasa sedang menghamparkan karpet merahnya saja, ingin menunjukkan arah terindah, destinasi wisata alam. Sebut saja, Hutan Alam Bengkirai Kukar, Pantai Pulau Baras basah di Bontang, Taman Nasional Kutai di Kutim, hingga Pulau Derawan di Berau sana.

Pemandangan alam di TKN Kutim I celebes.id
Pulau Beras Basah, Bontang I kompas.com
Kemegahan Pulau Derawan, Kab Berau I Kompas.com

Kini, rasanya kita hanya diminta mendarat di Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan? Untuk lekas menuju dan menikmati eksotisme ragam wisata alam Kaltim tadi, yang masih asri meriangkan hati, terkurung Pandemi.

Ah, Kaltim rasanya bisalah menjadi cermin bagi banyak daerah, dalam mendulang manfaat positif atas maraknya pembangunan infrastruktur kini, terlebih nanti?

Lantas, jangan heran merasakan ketenangan kala berselancar di badan jalan tol Balsam, yang beralaskan beton cor kuat dan kokoh, selama liburan di Kaltim nanti ya?

Menjajal keandalan beton cor, yang memanja infrastruktur jalan tol

Bisnis dok

Semenisasi sudah menjadi program ‘umum’ pembangunan, yang selalu dihadirkan di pelosok daerah Kaltim, baik kota, hingga jalan-jalan menyusur pelosok pedesaannya.

Semen –pula- yang menjadikan alas medium jalan, kukuh menghubungkan satu tempat ke tempat lainnya.

Lantas, bertanya-tanya kan? Mengapa beton cor layak menjadi pilihan itu, dan mudah mengekesekusi kebijakan-kebijakan program infrastruktur berupa fasilitas-fasilitas umum. Dan akan sangat massif dihadirkan di pelosok daerah Nusantara, di masa mendatang?

1. Daya tahan jalanan berbahan beton cor, bisa diandalkan kekuatannya?

Kuat adalah syarat mutlak, yang harus dipenuhi dalam pembuatan infrastruktur jalan? Tak dipungkiri jalanan beton cor terbukti lebih unggul dalam hal ketahanan dan kekuatannya, dibandingkan jalan ber-bahan aspal?

Beban kendaraan besar dan berat yang bertumpu di badan jalan tol beralas  beton cor, juga tidak lagi menjadikan ancaman  atas kerusakan  jalanan dalam waktu yang singkat.

Selain itu, jalan beton cor, tak mudah pula rusak oleh paparan panas dan hantaman hujan berdurasi lama, dan deras sekalipun.

2. Beton Cor, memiliki sifat elastisitas yang baik dan tinggi.

Beton cor ketika kering bersifat keras dan kaku? Namun  tetap saja memiliki modulus elastisitas yang lebih baik. Buktikan saja, pada kondisi banjir dan genangan air akibat curah hujan tinggi sekalipun!

Dimana air akan nampak selalu tertahan di permukaan jalanan, dan mampu cepat mengalirkan kembali ke daerah yang lebih rendah.

Jalanan beton cor juga mampu diaplikasikan pada struktur tanah yang CBR –kekuatan tanah dasar- rendah, tanpa melalui proses perlakuan struktur tanah terlebih dahulu, guna mengehemat anggaran pembangunan jalan.

3. Biaya perawatan jalan beton cor, relatif murah!

Sifat ‘murah’ pastilah akan menjadi pertimbangan penting lainnya bukan?

Jika merujuk pada tren biaya pembuatan jalan cor sepanjang 1 Km saja dengan lebar 4 meter –misalnya- membutuhkan biaya Rp 2.5 miliar.

Jika dihitung sekaligus dengan biaya perawatan dari waktu ke waktu, ternyata jauh lebih murah. dibandingkan dengan pembangunan beserta biaya perawatan jalan berbahan aspal

Artinya, mahal di awal pembangunan jalan berbahan beton cor, tentu saja akan sebanding dengan ketahanan jalan beralas beton cor mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Bisnis dok

4. Pasokan produksi semen nasional, bahan baku beton cor masih berlimpah

Nah faktor penting lainnya adalah, hadirnya stok produksi semen yang menjadi bahan baku beton cor, ternyata sangat berlimpah di Indonesia. Banyak sekali perusahan penghasil semen yang siap memasok bahan baku semen, kapan saja dan dimana saja dibutuhkan.

tribunnews dok

Terlebih juga banyak produsen semen sudah tersebar dan sudah beroperasi di penjuru nusantara.

Sebut saja salah satunya PT Semen Tonasa, di Sulawesi Selatan, yang dominan mendistribusikan semen, untuk pembangunan infrastruktur pembangunan di wilayah timur Indonesia.

Termasuk pembangunan di daerah Kaltim ini.

Begini ternyata proses pembangunan jalan beton cor itu!


  • Pertama, proses pencetakan beton: Memasang bekisting (cetakan) pada bagian lantai yang akan dicor beton cor. Fungsinya menahan getaran yang terjadi di jalan.
  • Kedua, cetakan harus terpasang benar agar dapat dilepas mudah dan membuat beton cor tidak rusak ketka kering. Selama masa peratan setelah dicor, sekira 28 hari, beton hasil coran semen disiram secara rutin, agar lebih kuat.

  • Ketiga, jika kondisi permukaan jalan beton cor terlalu kering akan mudah mengalami keretakan, ketika mulai menerima beban berat. Namun formula beton cor untuk pembuatan jalan telah menuntut spek jenis semen tertentu, yang harus digunakan. Semisal spek beton cor K400.

Industri Semen, dan keberlanjutan infrastruktur bangsa

Infrastruktur pastilah menjadi kunci, menilai aksi pembangunan nyata sebuah daerah atau bangsa sekaligus?

Namun dengan luasnya wilayah NKRI, tentu saja akan menuntut kerja keras dari aksi pembangunan yang merata hadir di pelosok Nusantara.

Muaranya, kehadiran infrastruktur itu akan mampu menghubungkan satu daerah ke darah lainnya dengan mudah. Memperlancar arus mobilitas untuk keperluan apa saja, guna menggerakan roda ekonomi dalam konteks seluasnya. Dan nampaknya di situlah upaya yang sedang dilakukan Pemerintah saat ini kan?

Upaya itu selaras dengan upaya pembangunan infrastruktur yang masif saat ini, terutama memperjuangkan perbaikan daya saing infrastruktur Indonesia.

Dimana World Economic Forum, di masa sebelum Pandemi tahun 2019 merilis skor daya saing Indonesia –ternyata- masih berada di level 67.7 poin, pada skala 0-100.

Dan menempatkan Indonesia  –masih- berada di posisi kelima di kawasan Asean, di bawah Singapura dan Malaysia.

Namun jika melihat data Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, telah terlihat akselerasi pembangunan infrastruktur mulai terlihat massif dalam kurun 5 tahun terakhir!

Di periode 2015-2018, dimana Pemerintah telah membangun infrastruktur jalan berbahan beton cor sepanjang 3.387 km jalanan –baik jalan tol dan umum- di berbagai wilayah Nusantara.

Lantas, bagaimana dengan geliat pembangunan 2021, masihkah akan berlanjut? Pemerintah telah pula merilis Proyek Starategis Nasional (PSN) tahun 2021 yakni sebanyak 208 proyek. Jumlah proyek tahun 2021 lebih banyak di tahun 2020.

Artinya capaian dan target itu akan menuntut kinerja produksi semen nasional lebih maksimal lagi, guna memanja permintaan pembangunan sebagai bahan baku semen cor jalan tol dan bangunan infrastruktur lainnya kan?

Nah, jika berkaca pada tahun 2020, kapasitas produksi semen Indonesia masih sangat melimpah, mencapai 115 juta ton, jumlah itu naik 0.7 % dari tahun 2019.

Namun sayang, permintaan di tahun 2020 diperkirakan 75 juta ton semen saja, hanya naik 3 persen dari tahun sebelumnya. Dan trennya, selama 10 tahun terakhir, produksi semen Indonesia –malah- lebih besar dari jumlah permintaan yang ada.

Data lokadata.beritatagar.id

Nah data-data ini tentu penting dan bisa memacu Pemerintah, dalam memanfaatkan potensi bahan baku semen dalam negeri yang sangat melimpah, untuk menjadikannya selalu terjangkau.

Dan memampukannya pula berkontribusi pada agenda pembangunan bangsa, guna melebarkan lagi jejak infrastruktur penting di penjuru Nusantara.

Nah tinggal bagaimana kompetisi setiap perusahaan produsen semen mampu meraup segmentasi pasarnya itu, dengan melemparkan produk semen yang kuat, kokoh dan terpercaya.

Semen Tonasa, menjawab tantangan agenda pembangunan bangsa

Semen Tonasa? Sebuah brand/merek semen yang diproduksi PT Semen Tonasa, pastilah sudah dikenal publik sejak dahulu kan? PT Semen Tonasa salah satu produsen semen terbesar di kawasan timur Indonesia.

Pabrik produksinya seluas 715 hektar hadir di Desa Biringe, kecamatan Bungaro, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Hanya berjarak 68 kilometer dari kota Makassar.

Pabriknya mampu menghasilkan produksi semen 5.980.000 ton semen per tahun. Jumlah ini dIhasilkan dari empat unit pabrik dengan kapasitas yang beragam.

Pabrik Unit II produksinya sebesar 510 ribu ton per tahun, pabrik unit III 590 ribu ton per tahun, pabrik Unit IV mencapai 2.3 juta ton per tahun, serta pabrik unit V mencapai 2.5 juta ton per tahun.

Bagaimana ya proses produksi semen dalam pabrik Semen? Yuk cari tahu!


  • Persiapan Raw Material semen

Bahannya, yakni clay atau tanah liat dan juga batu kapur. Keduanya didapat dari proses penambangan di sekitar pabrik semen. Semua bahan baku itu lantas dimasukan ke dalam mesin crusher mill dan clay cutter untuk mendapatkan bahan dengan ukuran yang lebih kecil, berbentuk mix pile.

  • Grinding Raw Material

Proses selanjutnya, yakni pencampuran empat bahan, yakni mix pile, limestone, silica sand, dan coper slag. Dengan komposisi percampuran tertentu, bahan campuran itu akan masuk ke dalam satu mesin yakni grinding mill, yang menghasilkan produk berbentuk bubuk atau debu.

  • Blending Silo

Produk bubuk itu, selanjutnya menjalani tahapan homogenisasi, untuk menjadikan bentuk ukuran dan kualitasnya merata.

  • Pyro Process

Produk hasil blending silo akan dibakar pada mesin rotary kiln dengan suhu mencapai 1400 derajat, hingga terbentuk cairan lava panas, lantas didinginkan lewat mesin clinker cooler. Nah lava yang didinginkan dengan spontan, menghasilkan produk granular yang disebut clinker atau terak.

  • Semen Grinding

Material clinker itu lantas siap digiling halus dalam finish Mill, dan akhirnya menghasilkan serbuk semen

  • Semen silo

Produk berupa serbuk semen tadi, menjalani tahapan homogenisasi kembali, agar kualiatas dan ukuran semen mereta. Nah sampai disini, semen akan disimpan dan siapkan sebelum dialirkan ke packer, kemasan semen.

  • Packing semen

Tahapan akhir yakni, pengemasan semen. Semen curah bisa langsung diproses di semen silo yang diangkut oleh Bulk Truck ke tempat tujuan. Namun proses pengantongan semen dilakukan di packer machine dan palatizer machine untuk selanjutnya memudahkan  didistribusikan.

Nah, beruntung, lokasi pabrik PT Semen Tonasa berdekatan dengan pulau Kalimantan, rasanya mendukung sekali ya mengisi slot kebutuhan bahan baku bahan beton cor di banyak daerah-daerah di Kalimantan.

Terlebih lagi di kota Samarinda, Kaltim sudah hadir unit pengantongan PT Semen Tonasa yang berkapasitas 600 ribu ton semen per tahun.

Hal itu, memberikan akses penting, berupa ketersediaan semen tonasa, dan juga –pastinya- keterjangkauan dari sisi harganya, kapan saja jika dibutuhkan.

Nah, akan terdapat tiga jenis semen, yang diproduksi PT Semen Tonasa dalam menjawab kebutuhan bahan baku beton cor, dalam proyek pembangunan infrastruktur apa saja! Apa saja itu?

1. Semen Portland Tipe 1 (OPC)

Jenis semen ini merupakan  jenis semen hidrolis, yang dihasilkan lewat proses penggilingan bahan terak dan gipsum, jenis semen ini telah memenuhi persyaratan SNI 2019-2015 Jenis I dan ASTM CI50-2004 Tipe I.

sementonasa dok

Nah keandalan jenis semen ini sendiri mampu memenuhi spek bangunan dengan kekuatan yang paling diandalkan, menyematkan sifat kuat dan kokoh.

Jenis semen ini cocok untuk memenuhi slot proyek bangunan berlantai, perumahan, jembatan, jalan raya, landasan bandar udara, beton pratekan, bendungan/saluran irigasi.

Serta pendukung bangunan lainnya, seperti produksi genteng, hollow, brick/batako, paving block, buis beton, roster dan lainnya.

2. Semen Portland Komposit (PCC)

Jenis semen ini merupakan jenis semen hidrolis hasil pencampuran bubuk semen portland dengan bubuk bahan anorganik lain. Nah jenis semen ini sudah pula memenuhi persyaratan SNI 7064-02014.

Penggunaan jenis ini, untuk kontruksi beton umum saja, seperti pemasangan batu bata, pelesteran dan acian, selokan, jalan, pagar dinding. Pembuatan elemen bangunan khusus, seperti beton pra cetak, beton pra tekan, panel beton, batabeton, dan lainnya.

Cocok untuk kebutuhan harian kita, pada perbaikan di lingkungan rumah sekitar kita kan?

sementonasa dok

3. Semen Portland Pozzolon (PPC)

Semen ini merupakan semen hidrolis, yang terbuat dari bahan semen portland dan pozzolan halus, dimana  komposisi kadar pozzolan 15-40% massa semen Portland pozzolan.

sementonasa dok

Jenis semen ini akan biasanya akan mengisi slot kebutuhan dari proyek bangunan berlantai 2-3 lantai, konstruksi beton umum, pondasi plat penuh dan bendungan.

Ada lagi untuk spek bahan bangunan di daerah pantai, tanah berawa, dan bangunan di lingkungan garam sulfat yang agresif. Dan juga konstruksi bangunan yang memerlukan kekedapan tinggi seperti bangunan sanitasi, bangunan perairan dan penampungan air.

Nah dari ketiga jenis semen semen tonasa  ini tentu sangat penting dalam memenuhi kebutuhan apa yang kita inginkan dari sifat dan karakter bangunan yang kita inginkan. Terutama penggunaannya atas pertimbangan biaya operasional dan kebutuhan pembangunan apa saja.

Kebangkitan ekonomi bangsa, sebuah harapan Semen Tonasa di usia 53 tahun!

Lima puluh tiga tahun, kehadiran PT Semen Tonasa tepat di 2021 ini, tentu sudah menunjukkan ragam improvisasi dalam melincahkan bisnis semen dalam negeri, mendulang profit usahanya, agar tampil eksis?

Langkah improvisasi itu tentu akan menjejak pada sebuah inovasi yang mampu terus menyelaraskan kebutuhan zaman. Dan menuntut modernitas, tanpa melupakan sisi kepedulian lingkungan, dan mendulang makna keberlanjutan.

sindo news

Nah jika melihat sepak terjang PT Semen Tonasa yang dimulai tahun 1960, menjadikannya debut manis, lewat kemampuan produksi semen mencapai 120 ribu ton semen per tahunnya?  

Meski dinamika bisnis pernah menghantam perseroan semen tonasa, untuk menghentikan operasional pada unit Tonasa I di tahun 1984.

Nah, jika ditarik dalam sisi positif lainnya, hal itulah yang –malah- menjadi pembelajaran dalam bagi PT Semen Tonasa untuk terus berkembang hingga kini.

Lihat saja, berturut-turut pengembangan pabrik, dari unit Tonasa II, III, IV dan V tumbuh dan mampu menuai hasil produksi semen yang sangat meyakinkan.

Sepak Terjang PT Semen Tonasa, melayanai kebutuhan semen nasional


  • Tonasa I

PT Semen Tonasa didirikan sesuai TAP MPRS No.II/MPRS/1960 tanggal 5 Desember 1960 dengan kepemilikan 100% pemerintah. Tonasa I beroperasi dengan kapasitas 120.000 ton per tahun. Tahun 1984, Tonasa I dihentikan operasionalnya karena alasan ekonomis.

  • Tonasa II

Tahun 1980 Tonasa II beroperasi dengan kapasitas terpasang 510.000 ton per tahun. Tahun 1991 dilakukan optimalisasi sehingga kapasitas Tonasa II menjadi 590.000 ton pertahun.

  • Tonasa III

Tahun 1985 Tonasa III beroperasi dengan kapasitas terpasang 590.000 ton per tahun

  • Tonasa IV

Tahun 1996 Tonasa IV beroperasi dengan kapasitas 2,3 Juta ton per tahun pada saat yang bersamaan beroperasi pula power plant 1 dengan kapasitas 2 x 25 MW.

  • Tonasa V

Tonasa V beroperasi secara komersil sejak 1 Pebruari 2013.Pabrik Tonasa V memiliki kapasitas terpasang 2,5 juta ton per tahun. Pabrik Tonasa V dan Pembangkit Listrik 2 x 35 MW diresmikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 19 Februari 2014.

Jika masih mau mengejar jawaban atas wujud inovasi apa yang telah dilakukan, mendulang kesuksesan itu?

Salah satunya –terkini- yakni keberhasilan PT Semen Tonasa menerapkan efisiensi biaya bahan bakar operasional pabrik, lewat penggunaan alternatif bahan bakar (AFR) sejak 2009 lalu. Penerapatan AFR (Alternative Fuel & Raw material) unit 2/3/4 telah berkontribusi positif bagi kegiatan pabrik sekaligus lingkungan sekitarnya.

Inovasi AFR PT Semen Tonasa, yakni penggunaan bahan bakar bio-massa yakni produk sekam padi dan cangkang mete limbah pertanian sekitar pabrik.

Di tahun 2010, pemanfataan AFR sebesar  2.5% dan di 2011 sudah mencapai 6.8% menjadi bahan bakar alternatif energi PLTU pabrik. Lantas, di tahun-tahun mendatang target komposisi AFR akan terus diupayakan meningkat menjadi 30%.

Artinya, penggunaan batu bara sebagai bahan bakar utama PLTU pabrik, dapat terus dikurangi guna menggapai makna efektifitas dan efisensi kerja, dalam memanen produktifitas perusahaan yang lebih baik.

Namun, tantangannya –sekali lagi- adalah bagaimana keberhasilan produksi semen yang terus meningkat tadi, akan menjadi sia-sia, jika tidak dibarengi dengan penyerapan hasil produksinya di pasaran bukan?

Aktivitas pertambangan batu kapur bahan baku semen I kabarbisnis.com

Nah menarik lagi data-data di atas, jika gap permintaan dan produksi semen dalam negeri dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, masih lebar?

Dimana produksi semen lebih besar daripada permintaan pasarnya.

Tentu hal itu akan menjadi tantangan PT semen Tonasa untuk menghadapinya.

Lantas, Pandemi –memang- sudah menyisakan sebuah harapan atas kebangkitan ekonomi. Meski, dinamika atas gerak pembangunan yang berjalan lamban di masa Pandemi, menyisakan jua sebuah pemakluman?

Nah Inovasi dan sepak terjang PT Semen Tonasa yang mampu menggeluti industri semen nasional selama 53 tahun hingga 2021 ini, tentu sudah menjadi semangat ganda, mendulang tantangan itu.

Terutama terus berkontribusi dan mendominasi dukungan supply semen untuk agenda pembangunan di wilayah Timur, yang sedang dan akan dirangsang dengan kehadiran IKN di Kaltim.

PT Semen Tonasa, dengan tiga produk jenis semen di atas, akan selalu siap mendukung geliat bisnis property, dalam mengisi slot pembangunan Infrastruktur Pemerintah. Tentunya dengan sifat kerjangkauannya, baik persediaan dan juga harganya.

sementonasa dok
pabrik sementonasa dok
Bahan bakar PLTU batu bara pabrik semen I fajar.co.id

Nah membayangkan gerak pengusaha UMKM mulai dari pembuat genteng, paving dan batu bata berbahan semen, yang mulai berkolaborasi bersama pelaku usaha/investor property akan menjadi harapan yang manis paska Pandemi?

Pengalaman selama 53 tahun Semen Tonasa per 2021 kini, pastilah juga sudah menjadikan harapan-harapan itu menjadi mudah dilalui, dalam memanen kesuksesan.

Karena kehadiran satu inovasi yang pasti dirasakan, yakni konsistensi PT Semen Tonasa, untuk selalu melemparkan produk semen yang kokoh, kuat dan terpercaya.

Data Perusahaan PT Semen Tonasa


Data Perusahaan: 

Jenis: Persero, didirikan:  5 Desember 1960, Kantor pusat: Biringere, Kec. Bungoro, Kabupaten Pangkep, Indonesia

KANTOR PUSAT

Address : Biringere, Pangkep, Sulawesi Selatan, 90651, Email : sekper.tonasa@semenindonesia.com, Website : www.sementonasa.co.id

Call : (0410) 312345, Fax : (0410) 310113

KANTOR PERWAKILAN MAKASSAR

Address: Jl. Khairil Anwar No.1, Makassar, Sulawesi Selatan, 90113

Email : sekper.tonasa@semenindonesia.com, Website : www.sementonasa.co.id

Call : (0411) 3621823, Fax : (0410) 3620649

KANTOR PERWAKILAN JAKARTA

Address : Graha Irama, Lantai 11, Blok X-1 Jl. HR. Rusuna Said, Kav 1-2, Jakarta, 12950

Email : sekper.tonasa@semenindonesia.com, Website : www.sementonasa.co.id

Call : (021) 5261161-4, Fax : (021) 5161160

error: Content is protected !!