Environment and Tourism Talks

Bersama Aksi Greeneration, Lawan Polusi Sampah, Lawan Perubahan Iklim Bumi

Polusi sampah plastik memerluka aksi Greeneration Foundation

Aksi Greeneration

Kak ada bawa kantongan sendiri buat belanjaannya?”

Pertanyaan default itu tak asing lagi kudengar kala berhadapan dengan kasir di sebuah Minimarket. Kebetulan memang aku tidak membawanya sih. Dan lantas kujawab saja ‘lupa’. Aku membayar dengan ikhlas Rp 5 ribu, sebagai kompensasi kealpaan itu, untuk mendapatkan kresek plastik, pembungkus semua belanjaan tadi.

Jika dihitung, entah berapa kali aktivitas tadi berulang, tapi adakah yang salah? Pun, aku sudah membayarkan biaya tambahan, tuk meneladani kebijakan Pemerintah meredam massifnya sampah plastik. Jika ditotal-total ongkos hukuman kealapaan itu bahkan lebih dari Rp 10 ribu sebulannya, dan ternyata aku mampu jua membayarkanya.

Aksi Greeneration Foundation membersihkan polusi plastik di pantai
Aksi Greeneration Foundation membersihkan polusi plastik di pantai I GF Dokumen

Pikiran-pikiran tadi memang sekelebat hadir, kala menatap layar Smartphoneku, menyaksikan berita-berita bencana alam, yang disebabkan degradasi lingkungan terkini.

Dan spontan membuat jemari ini jua reaktif, menyematkan ikon like sebagai dukungan keprihatinan. Serta terkadang berkomentar lantang menyalahkan kebijakan lingkungan yang berlaku.

Namun, meneguk air mineral yang barusan kubeli ini, ternyata mudah menyingkap secuil fakta yang harusnya mampu mengevaluasi tindakanku barusan?

Ya terkait benar-salah versi diri, agar aku mampu menyempurnakan tindakan terbaik selanjutnya bagi lingkungan dan Bumi ini.

Polusi Plastik: degradasi lingkungan, pemantik masalah sosial kita!

Laporan WHO, menyebutkan jika tahun 2018, sudah terdapat 3.6 miliar penduduk dunia yang merasakan susahnya mengakses air bersih, dan jumlah itu akan bertambah di masa depan.

Oleh sebab itu, rasanya mengonsumsi air mineral kemasan akan mewajarkan gaya hidup baru di kehidupan modern nanti?

Polusi plastik menjadi salah satu aksi Greeneration Foundation
Polusi plastik menjadi salah satu aksi Greeneration Foundation I Dokpri

Padahal, State University New York, pernah meneliti jika lebih dari 90% air kemasan air merek terkenal, mengandung mikroplastik, yang mampu memberikan perubahan pada kadar hormon alami tubuh.

Lantas, Healthline, menyebut kemasan plastik dalam air mineral berpotensi juga mencemari air di dalamnya, dengan bahan berbahaya seperti antimon dan bisphenol A (BPA).

Dan catatan pentingnya lagi, jika massifnya polusi plastik sudah menjadikan trigger perubahan iklim itu makin cepat. Dikarenakan, bahan plastik terbuat dari bahan etilena dan propilena, yang berasal dari bahan bakar fosil.

Dimana, bahan-bahan plastik tadi akan aktif meningkatkan jumlah karbondioksida jika terekspose sinar matahari, dan menjadi awal pemicu perubahan iklim yang nyata.

Nah, fakta-fakta tadi, menjadikan sebuah siklus alam, yang saling berkaitan dan mampu memberikan ancaman kelangkaan air bersih, bagi kehidupan masa depan. Dan akhirnya menjadikan permasalahan sosial di kehidupan modern yang lebih kompleks.

Oleh sebab itu, diriku bersyukur tinggal di paru Bumi, Kalimantan Timur (Kaltim), yang masih dapat menikmati indahnya aliran sungai Mahakam dari belantara Hutan, memasok bahan baku air bersih bagi warga banua Etam.

Meskipun potret sungai Citarum di Jawa Barat yang berkelindan atas masalah sampah/plastiknya menjadikan perhatian jua, yang mungkin dapat mengancam disfungsi ekologis Sungai Mahakam di masa mendatang.

SungaI Mahakam menjadi salah satu media transportasi komoditas batu bara di Kaltim
SungaI Mahakam menjadi salah satu media transportasi komoditas batu bara di Kaltim I Dokpri

Duh, aku jadi berfikir dua-kali? Setelah kerusakan lingkungan atas eksploitasi SDA Kaltim yang terus massif hadir, serta desakan migrasi penduduk dari luar Kaltm dampak perpindahan IKN di Kaltim kelak.

Apakah aku dan warga Kaltim, akan rela jua menambahkan permasalahan polusi Plastik untuk percepat laju perubahan Iklim dari Kaltim, yang nota-bene adalah paru Bumi itu?

Selaraskan aksi bersama, mampukan Paru-Paru Bumi lawan ancaman perubahan iklim!

Polusi plastik akan menjadi keniscayaan hadir jua di paru Bumi Kaltim, bukan?

Salah-satunya, adalah dampak kepindahan IKN di Kaltim yang pasti memberikan sentuhan pembangunan yang lebih massif, guna memanja kebutuhan penduduknya yang semakin padat.

Lihat saja kini fenomena yang paling sederhana, adalah gaya hidup modern berkulineran, pada masyarakat perkotaan di Kaltim, yang marak menggunakan kantong plastik.

Namun beruntungnya, di beberapa kota besar penyangga IKN, seperti Balikpapan dan Samarinda, sudah banyak jua hadir Restoran siap saji, yang mampu mendaur-ulang kemasan plastiknya menjadi produk bermanfaat, seperti bahan bangunan eco-roster bagi interior bangunan yang indah ramah-lingkungan.

Rasanya, menjalankan aksi nyata melawan perubahan iklim itu, terlihat mudah? Ya minimal, aku hanya memilih brand Restoran yang mengusung nilai sustainability itu saja.

Melawan perubahan Ikl,im dengan Produk ecoroster dari bahan plastik yang sudah diterapkan di salah satu restoran siap saji Kalimantan Timur
Melawan perubahan Ikl,im dengan Produk ecoroster dari bahan plastik yang sudah diterapkan di banyak restoran siap saji Kalimantan Timur I Dokpri

Dan untuk menularkan kesadaran atas pentingnya nilai Sustainability-nya itu, aksi sederhanaku hanya memosting semua aktivitas melahap menu kulinernya di sana dan menceritakan pengalaman baru itu di media sosial, lewat sisi sustainability jua.

Sehingga aksi nyata sederhana ini, harapannya akan mudah ditiru oleh sirkelku.

Dan pada akhirnya menyempurnakan aksiku menjaga lingkungan dari massifnya plastik. Selain hanya berdonasi, untuk mematuhi kompensasi kealpaan membawa kantung keresek sendiri, kala berbelanja, yang sekelebat aku anggap sudah benar 100%, namun?

Yuk memakna donasi Rp 10 ribu via Green Fund Digital Philanthropy lebih dalam!

Nah, menarik lagi potret sungai Citarum terkini, pasti sudah memberikan banyak inspirasi atas ragam aksi kolaborasi publik itu ternyata penting, dalam melawan dampak perubahan iklim itu ya?

Dimana dengan kolaborasi publik, aksi nyata mengurai masalah sosial dan lingkungan, yang mudah dipantik oleh polusi plastik terlihat berkurang, di tengah degradasi ekologis sungai Citarum yang terjadi sejak lama.

Sebut saja, aksi Kolaborasi Greeneration Foundation (GF) yang berhasil menggerakkan sirkel kehidupan masyarakat Citarum, lewat pendekatan dua program andalannya, mengurai masalah polusi plastik.

Program Citarum Repair sebuah aksi Greeneration untuk melawan perubahan iklim
Program Citarum Repair sebuah aksi Greeneration untuk melawan perubahan iklim

1. Citarum Repair

Aksi ini merupakan aksi kolaborasi mengelola sampah plastik yang dipungut dari Sungai Citarum untuk menjadi bahan/produk yang lebih bermanfaat dan ramah lingkungan.

2. Driving Refill Solution

Aksi yang memberikan kemudahan warga Citarum & warga Jabodetabek untuk mengelola penggunaan kemasan plastik, dengan menggunakan jasa layanan pengantaran kebutuhan rumah tangga.

Jadi, warga hanya memesan kebutuhan pokok dari aplikasi/medsos, dan menyiapkan wadah plastik sendiri di rumah, untuk menampung kebutuhan pokok tadi, seperti minyak goreng, sabun cuci, sabun pel, sabun badan. Sehingga penggunaan kemasan plastik di tingkat rumah tangga berkurang.

Nah, dalam prakteknya mengakselerasikan aksi-aksi kolaborasi yang lebih massif, dalam mengurai masalah sosial dan masalah lingkungan atas limbah plastik itu tentu saja membutuhkan ongkos besar, bukan?

Dalam menjalankan misi kepedulian lingkungan Global, yang terjadi di Indonesia, Greeneration Foundation menghitung  jika ongkos yang dibutuhkan untuk mengatasi krisis iklim mencapai Rp 3.461 Triliun, hingga 2030 mendatang.

Oleh sebab itu, GF menjembatani kepedulian publik, untuk berkontribusi bagi lingkungan Indonesia lewat donasi Rp 10 ribu per bulan, melawan perubahan iklim, lewat ragam aksi nyata GF.

Dan, untuk mempermudah penyaluran donasi publik, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) bersama GF sudah meluncurkan platform digital bernama Green Digital Philanthrophy (GFDP).

Donasi, aksi perubahan iklim via Greeneration Foundation
Donasi, aksi perubahan iklim via Greeneration Foundation
Notifikasi donasi GFDP via whatsapp
Notifikasi donasi GFDP via whatsapp I Dokpri

Dan, ternyata, pengalaman berdonasi, via akun GFDP itu sangat menarik? Dimana kemudahan berdonasi Rp 10 ribu akan mudah dihantarkan dalam sebuah link setiap bulannya lewat WhatsApp, kita hanya klik dan bayar saja.

Nah, keyakinanku, dengan aktif berdonasi via GFDP, serta berhasil mengajak sirkelku untuk berdonasi lewat LINK DONASI yang kubagikan, akan menjadikan sebuah aksi nyata bersama untuk memampukan Paru Bumi Kaltim, benar-benar menjadi andalan Bumi, melawan ancaman perubahan iklim kini dan nanti!

Photo cover taken from Citarum River, Indonesia – Clean Currents Coalition

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!