Environment and Tourism Talks

Memimpikan Wisata Alam Sehat Lestari, Di Masa Depan, Boleh?

adopsi pohon I Dokumentasi pribadi

Setiap tunas adopsi pohon alam sehat lestari, akan berhasil menjadi kanopi alam untuk segara dinikmati oleh anak cucu kita di masa depan nanti


Kamu sedang kangen berwisata alam kan? Jika iya, kita sama dong! Maklumlah, selama ini Pandemi sudah membuat kita terkurung saja di rumah.

Sembari ya kita juga bisa menyesapi arti kesehatan dan kelestarian alam itu begitu penting dan berhubungan bagi kehidupan manusia. Ah, paling tidak, minimal kini kita bisa mengerti arti kebersihan, dengan selalu saja memakai Masker dan selalu cuci tangan ketika kemana-mana. Sudah?

Nah sampai di situ –saya yakin- kita bisa saja lantas langsung mampu merasakan dan merenungkan pula, apa yang dirasakan Bumi kita saat ini. Dan akhirnya, menerka mengapa Bumi kok tega dan jahat menurunkan berbagai bencana alam dan non-alam kepada manusia?

Dan lantas terkaan kita atas pertanyaan tadi, mudah saja bisa kita semburkan kembali kan? Yakni apalagi, kalau bukan karena lajunya faktor perubahan iklim bumi saat ini, akibat ulah kita, iya kita.

Dan kita pastilah juga bersepakat, jika berwisata sepertinya akan bisa menjadi terapi murah bagi jiwa kita, untuk merapikan kembali perlakuan buruk kita dahulu terhadap alam, dan mau peduli kepada bumi ini lagi kan?

Nah, jika niatan itu sudah mantap terpatri di hatih. Yuk mari persiapkan diri kita untuk berwisata alam, ke tempat yang asik-asik di Nusantara kita. Tapi kapan? Sekarang aja gih!

Eh awal bulan April, pada Kamis (8/4) 2021 lalu, saya beruntung bisa meluapkan hasrat berwisata, dari domisili saya di Kalimantan Timur, ke Pulau Jawa via udara.

Pemandangan dari udara wilayah Kaltim I Dokumentasi Pribadi
Pemandangan dari udara wilayah Kaltim I Dokumentasi Pribadi

Rindu itu terasa membuncah ria, ketika saya sampai di berada di Bandara, dan meresapi kegiatan antre Check-In dan Boarding di Pesawat.

Dan lantas seketika bisa terbang melayang di udara. Dan sempat menghayalkan tempat wisata alam kita tuju itu, sambil memjamkan mata sejenak, berbaring santai di kursi empuk pesawat. Duh, kamu jadi pengen ya? Hiks..

Nah sesaat take-off, Pesawat yang saya tumpangi mulai mengepak sayapnya, menerbangkan semua penumpangnya tinggi jauh ke awan. Dengan mudah kita bisa menengok dan bisa membuktikan sendiri wajah bumi kita terkini dari ketinggian via jendela pesawat.

Dan beruntung saya sempat memotret wajah bumi kita dari balik jendela tadi. Dan membuktikan betapa alas hutan Kalimantan sudah menjelma menjadi alas pembangunan apa saja, serius!

Wajah wilayah dari udara Kaltim yang sesak dengan eksploitasi baru bara I Dokumentasi Pribadi
Wajah wilayah dari udara Kaltim yang sesak dengan eksploitasi baru bara I Dokumentasi Pribadi

Coba lihat, belahan bumi wilayah Kaltim nampak menjadi lautan biru, macam kolam besar berserakan dimana-mana. Ya akibat eksploitasi batu bara dan pengupasan lahan Kelapa Sawit yang terjadi di wilayah Kaltim.

Jika sudah begitu kapan pekerjaan rumah kita bersama untuk menghentikan perubahan iklim akan teralisasi ya?

Dan –memang- harus diakui, wajah Kalimantan –memang- tak setampan dahulu, mungkin dia sudah tua?

Tapi ya tak lantas membuat kita tak menyintainya lagi kan? Dan lantas pula membabi buta menyalahkan aksi pembangunan yang gencar saat ini, karena ya kurang bijaksana saja kan?  

Coba saja, jika tidak ada pembangunan, bagaimana saya dan kita bisa take-off berwisata yang ena’-ena’ kemana saja, dari Bandara yang merupakan produk pembangunan tadi? Analogi yang sangat logis kan?

Aktivitas pertambangan batu bara yang mengupas areal hutan yang sering dijumpai di kawasan Tahura Suharto I Dokumen Pribadi
Aktivitas pertambangan batu bara yang mengupas areal hutan yang sering dijumpai di kawasan Tahura Suharto I Dokumen Pribadi

Nah, mendapati potret tadi, dalam hati saya trus spontan mbatin. Apakah suatu hari nanti, 50 atau 100 tahun ke depan, kita masih bisa menemukan wisata alam belantara hutan yang asik-asik di Kalimantan Timur.

Seperi keindahan wisata Bukit Bangkirai, Taman Nasional Kutai atau jua Hutan Mangrove Balikpapan yang terus memperdengarkan gesekan pohon ketka tertiup angin, dan rintihan serangga hutan.

Serta jeritan satwa endemik yang memekikkan telinga, seperti jeritan orang utan, uwa-uwa, Bekantan yang lepas bergurau riang-ria di sana. Duh jadi sedih kan?

Mungkin dari pengalaman itu, saatnya saya dan kita semua mampu menuliskan surat untuk diri kita masing-masing, bumi dan hutan kita, 50 tahun nanti. Dan akan menjadi surat terbaik bagi anak cucu kita nanti, ketika membacanya kan?

Hutan alam sehat lestari Kalimantan, dan kesejahteraan manusia!

Eh jika Pandemi ini usai, cobalah sekali-kali, kalian bermain-main deh ke Kaltim, daerah domisili saya ya? Untuk membuktikan dan membunuh rasa penasaran atas hal yang sudah saya ceritakan diatas. Ya sembari berwisata alam lah!

Dua Kota besar tentu akan memanja kita untuk menuntun ke banyak tempat wisata alam di Kaltim tadi. Dan dengan mudah, kita bisa mudah landing dari kota mana saja ke dua Bandara yang ada di Kaltim, mau lewat Kota Samarinda atau Balikpapan, pilih salah satu!

Di Kaltim kita bisa berkunjung ke tempat wisata alam hutan lestari, seperti wisata alam Bukit Bangkirai yang menyimpan banyak koleksi pohon endemik Kalimantan dan keanekaragaman satwa di dalamnya.

Terus ada juga Taman Nasional Kutai dan Hutan Mangrove yang sabar merawat generasi fauna aquatik.

Wisata Bukit Bangkirai, salah satu Pariwisata IKN
Aktivitas berwisata di Bukit Bangkirai yang sesak oleh pepohonan rimba Kaltim I Dokumentasi Pribadi

Menyelami keindahannya, lantas tantangan menyelamatkan objek wisata alam itu di suatu saat nanti, pastilah tak mudah, yang diupayakan atas dasar teori idealisme kita belaka ey. Tanpa melakukan langkah nyata kita!

Nah jika berkesempatan kemari, dan melewati kota Balikpapan atau Samarinda, untuk menjelajahi semua tempat wisata tadi. Kita akan dituntun melalui jalur Tahura Bukit Suharto yang dahulu sangat dibanggakan, sebagai alas belantara hutan Kalimantan.

Kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Tahura Suharto menjadi ancaman serius perubahan ikllim I Dokumentasi Pribadi
Kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Tahura Suharto menjadi ancaman serius perubahan ikllim I Dokumentasi Pribadi

Kini, dengan kekayaaan mineral batu-bara yang terdapat di dalamnya, sudah membuat ekspansi pembangunan menjalar ke daerah ini.

Pohon jenis meranti kurus tinggi pasti akan terlihat menyapa di pinggir jalan. Namun sebenarnya banyak sekali bagian Tahura Suharto yang sudah dikupas untuk kepentingan istilah  kesejahteraan masyarakat tadi.

Tahura Suharto adalah sebagian kecil nasib hutan Kalimantan yang terpinggirkan. Kini Tahura Suharto bisa menjadi bukti potret udara di atas Pesawat. Dimana sudah membuat hati kita mudah penasaran, apa yang sedang terjadi di hutan Kalimantan kini. Jawabannya ya mudah kita katakan, jika alas hutan kita tidak sedang baik-baik saja titik.

Lalu jika mau mengelaborasi urgensi hadirnya hutan kini dan masa depan, serta bagaimana nasib bumi kita kemudian. Kita pastilah mudah kok menebaknya, karena masing-masing kita – akan mampu menebaknya!

Jawabannya, pastilah serempak kita ingin mengatakan jika Bumi kita sedang terancam dan perlu perbaikan. Dan apakah kita sudah punya solusi pribadi, yang bisa kita lakukan kepada Bumi ini?

Ya untuk bersama-sama berinvestasi, dan mampu menemukan istilah kesejahteraan manusia yang lebih baik lagi, dengan cara, ya kita harus aktif menjaga kelestarian alam? Terus bagimana caranya?

Nah mari saya tunjukkan saja istilah kesejahteraan versi alam yang saya maksud. Sini, mari merapat kak!

Memanen kesejahteraan lewat Emisi Karbon via alam sehat lestari

Masih ingat, tahun 2020, ketika Green Climate Fund (GCF) telah menyetujui Proposal REED+ atas Result Based Payment dari upaya Pemerintah mengurangi Emisi Karbon, akibat imbas Deforestisasi dan Degradasi hutan Indoensia. Hal ini bisa menjadi kabar baik, terutama penilaian langkah Pemerintah yang dinilai berhasil memperlambat perubahan iklim?

Upaya yang telah dilakukan tadi yakni keberhasilannya dalam upaya rehabilitasi, perlindungan dan pengamanan hutan, akses kelola hutan melalui perhutanan nasional, serta upaya-upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Reboisasi alam sehat lestari yang dilakukan Pusrehut Unmul  I Dokumentasi Pribad
Reboisasi alam sehat lestari yang dilakukan Pusrehut Unmul I Dokumentasi Pribadi

Dan tak kalah menarik adalah penerapan pengelolaan hutan produksi lestari melalui SVLK. Hal ini adalah prestasi yang harus dipertahankan kan di masa depan. Dan patuu kita dukung!

Nah dengan keberhasilan itu, GCF mengganjar prestasi negara-negara di dunia dengan dana segar atas program percontohan dengan total dana USD 500 juta!

Dan ternyata prestasi di atas, Indonesia secara meyakinkan sudah mampu menurunkan emisi Karbon pada periode 2014-2016, sebesar 20.3 juta ton karbon dioksida ekuivalen (Tco2EQ). Penentuan harga atas keberhasilan menekan laju emisi karbon dunia, ditentukan dengan kurs harga pasar karbon dunia yang mencapai Ro 72 ribu per tonnya.

Dan atas keberhasilan upaya pelestarian hutan Indonesia yang terus dimaksimalkan dan lebih baik dan efektif mengurangi emisi karbon, Indonesia mendapatkan dana segar sebesar USD 103.8 juta dari GCF tadi.

Rimba raya bantang alam Kaltim I Dokumentasi Pribadi
Rimba raya bantang alam Kaltim I Dokumentasi Pribadi

Artinya apa? Ya kelestarian alam saat ini dan kapan saja, tentu akan selalu didamba dunia yang terus berpacu pada polusi industrinya. Dan kehadiran Indonesia lewat upaya pelestarian hutannya diharapkan mampu menekan polusi industri bumi, terhadap ancaman perubahan iklim yang semakin kencang.

Dan tentu saja, dengan modal hamparan alas rimba Nusantara, prestasi untuk mendapatkan dana segar atas kesehatan alam kita, akan mudah mengalir secara passive untuk kita. Dan akhirnya ya bisa dijadikan modal pembangunan dengan mudahnya, tanpa melakukan eksploitasi yang berlebihan seperti saat ini. Ah ini memang terlihat gampang ya dan mudah saja hanya untuk dikatakan ya?

Dan artinya dengan fakta dan prestasi tadi, kita belum terlambat kan? Untuk bersama mampu berinvestasi atas kelestarian alam kita di masa depan nanti kan?

Dan kata kuncinya adalah, dengan menjaga kelestarian rimba raya dari segala bentuk ekspansi pembangunan yang berlebihan, kita yakin akan mampu mendapatkan passive income dari pengurangan emisi karbon dunia.

Lalu apa yang bisa kita tuliskan dalam surat untuk Bumi kita nanti ya? Terutama kisah langkah nyata yang sudah kita lakukan, dan memberikan imbas positif yang Bumi akan rasakan 50 tahun mendatang.

Suratku mengajak kita semua adopsi pohon untuk alam sehat lestari!

Nah, dengan keberhasilan di atas, dimana kita masih bisa dan berhasil menekan emisi karbon dan terus menjaganya, bisa menjadi pemantik semangant baru yang terus harus berkobar.

Tentu saja menjadi keyakinan, yakni jika pembangunan dan aktivitas ekowisata terus massif dilakukan, bisalah menjadi terapi dan edukasi mudah untuk kita mengenal alam, dan mampu merawatnya agar selalu baik-baik saja di masa depan.

Nah, secara teori, jika ada 7 faktor yang menjadi permasalahan lingkungan global dan  menjadi beban, serta menjadikan pekerjaan rumah kita bersama. Apa saja itu?

Yakni, hadirnya emisi karbondiokasida dari pembakaran bahan bakar, tingginya konsentrasi PM2.5 di area perkotaan, kematian manusia akibat polusi udara, kualitas sumber air minum yang semakin menurun. Serta jumlah limbah yang dunia hasilkan, sampai menyusutnya area hutan dan juga kawasan lindung darat dan laut di dunia.

Oleh sebab itu, pekerjaan beratnya adalah bagiamana kemudian cara kita untuk dapat menekan 7 faktor itu untuk menjadi keyakinan atas usaha pelestarian alam kita di masa depan?

Cara yang paling mudah adalah, menyayangi pohon seperti kekasih dan orang tua kita! Salah satunya langkah nyata yang bisa kita lakukan di mana saja yakni melakukan donasi adopsi pohon. Dimana cara sederhana adopsi pohon tadi, di era digital kini, bisa sangat mudah dilakukan dengan jemari kita yang ditempelkan di layar Gadget ini.

Adopsi pohon yang mulai massif dilakukan di berbagai daerah teramsuk di Kaltim I Dokumentasi Pribad
Adopsi pohon yang mulai massif dilakukan di berbagai daerah teramsuk di Kaltim I Dokumentasi Pribadi

Lewat donasi adopsi pohon via ASRI alam sehat lestari, kita sudah mampu menjawab tantangan masalah kerusakan lingkungan hutan kita, tanpa menunggu bantuan moril dan materil dari publik Indonesia.

Nah, program ASRI ini, tentunya akan mudah membebaskan kita menanam pohon hutan tropis Kalimantan, untuk kembali diwariskan kepada anak cucu kita di masa depan kan?

Dan mengenyahkan kekhawatiran kita soal bumi kita di masa depan. Dan upaya ini sekaligus, mengajak kita untuk menanamkan investasi hijau dalam perjuangan mengurangi kadar emisi karbon, yang mengundang perubahan iklim lebih cepat kini dan nanti.

Yuk adopsi pohon sekarang, selfi dulu ya I Dokumentasi Pribadi
Yuk adopsi pohon sekarang, selfi dulu ya I Dokumentasi Pribadi

Jika sudah kita sudah melakukan adopsi pohon Via ASRI, rasa-rasanya akan mudah membebaskan rasa tanggung jawab kita atas kepedulian kita pada alam kan? Dan juga akan memudahkan kita untuk menuliskan dan mengisahkan detai kepedulian kita dalam surat bagi diri kita dan juga Bumi kita itu. Yuk kita coba deh!

Membayangkan, Keindahan wisata alam sehat Lestari kini dan nanti itu memang nyata!

Kalimantan memang menjadi surga bagi keanekaragaman hayati yang sangat indah untuk disesapi ya? Bayangan kita itu lantas bisa menjadikan sebuah kesejukan rumah baru manusia untuk bersama menjalani kehidupan modern sekaligus. Tapi mungkin gak sih?

Keseruan berwisata ASRI Kalbar, mau I Dokumentasi ASRI
Keseruan berwisata ASRI Kalbar, mau I Dokumentasi ASRI

Membayangkannya hal tadi sekali lagi, bisalah kita merujuk dan membuktikan pada salah satu surga alam sehat lestari yang terletak di Kalimantan Barat, dan telah menjadi model unik di dunia!

Nah jika kita mau, kita tidak hanya membayangkan saja soal rupa wisata alam sehat lestari tadi, dan lantas hanya memimpikannya saja.

Bisalah kini, kita bergabung dan merasakan program seru yayasan ASRI selama 7 hari di Ketapang, Kalimantan Barat, untuk menggambarkan bagaimana wisata alam sehat asri ASRI itu bisa jua hadir di sekitar kita. Mau ikut?

Nanti, jika kita jadi bergabung ikut dalam paket tur ASRI di sana. Dalam selang waktu 7 hari nanti, kita akan dijejali langsung konsep Planetary Health dan berkunjung pada sentra program pertanian organik ASRI.

Dan yang paling seru adalah kita bisa menanam langsung pohon di area reboisasi ASRI dan belajar jenis tanaman yang tersebar di Taman Nasional Gunung Palung Kalbar.

Itu saja? Belum. Kita juga diajak menginap di pondok kayu Hutan Taman Nasional Gunung Palung, lalu diajak mendaki puncak tertinggi dan menyaksikan koridor orang utan. Dan bersiaplah menjaga momen terindah untuk menjepret polah lucu orang utan di sana. Paasti instagramable kan?

Dok ASRI
Dok ASRI

Bonus wisata lainnya, yakni kita bisa juga menikmati sunset di Pantai, kanoe ke pulau kecil bersepeda ria di kawsan persawahan, memanah, terus karaoke, dan melakukan zumba! Duh saya juga mauu..!

Nah suatu saat, ketika aku dan kita mampu berkunjung ke wisata alam sehat lestari ASRI Kalbar, harapannya akan mudah menulari kita pada semangat berinvestasi untuk alam, minimal lewat donasi adopsi pohon, secara terus menerus.

Dan harapannya lagi, dari setiap tunas adopsi pohon alam sehat lestari kita yang terus menjulang tinggi nanti, akan berhasil menjadi kanopi alam yang sejuk, untuk segara disinggahi oleh anak cucu kita di masa depan.

Duh berharap, 50 tahun yang akan datang, akan jua hadir ekowisata alam sehat lestari yang berhamburan di mana saja ya?

Dan harapan itu, saya akan lampirkan jua dalam surat kepada Bumi ini kelak, untuk tetap menjagakan alam sehat lestari sebagai tempat perenungan anak cucu kita nanti, agar selalu menyayangi bumi ini.

Dan, di masa depan, wisata alam sehat lestari, tidak hanya hadir di Kalimantan saja, namun dapat hadir pula di Sumatra, Sulawesi, Papua, bahkan di pulau Jawa kan?

Dan akhirnya, semua daya upaya kita, minimal dengan usaha adopsi pohon via ASRI, tadi akan memastikan Bumi dan hutan kita, mampu membalaskan surat untuk kita ya?

Dimana mereka mampu bercerita di dalam surat itu, jika Bumi, hutan dan alam sehat lestari kita akan selalu baik-baik saja hingga kapanpun, dan siap dikunjungi oleh anak cucu kita kelak. Ah semoga ya? Aaminn

error: Content is protected !!