Sustainablity Apical2030, Kuatkan Kemandirian Energi Bangsa

Sustainabilty Apical Group via Apical2030 wujudkan gaya hidup bermobilitas masyarakat modern, yang lebih ramah lingkungan via Bioenergi.

Apical2030 terus komitmen prinsip Sustainability Apical Group

Sustainability, Apical Group, Apical2030

“Sustainability Apical Group via Apical2030 wujudkan gaya hidup bermobilitas masyarakat modern, yang lebih ramah lingkungan.”


Masih ingat, Pesawat terbang CN235-220 FTB PT DI yang berhasil menggunakan BioAvtur, mengangkasa selama 20 menitan, pada tanggal 6/9/2021, lalu? BioAvtur itu berhasil menggunakan 2.4% minyak inti sawit atau Refined Bleached Degummed Palm Kernel Oil (RBDPKO).

Pengujian ini, menjadi indikator penting keberlanjutan teknologi pesawat terbang ramah lingkungan, karya anak bangsa.

Sustainabilty Apical Group siap mendukung inovasi Teknologi Bioenergi
Sustainabilty Apical Group siap mendukung inovasi Teknologi Bioeneregi Indonesia I Kompas

Momen ini-pun lantas berhasil memercikan sebuah harapan dalam meningkatkan kemandirian energi bangsa, lewat komoditas sawit, yang menjamur dari sabang hingga Merauke.

Nah, kemajuan teknologi itu rasanya tak luput pula menghadirkan solusi atas masaslah global polusi udara ya?

Terlebih polusi udara yang masih melekat pada teknologi mesin moda transportasi udara, darat maupun laut, yang dipantik bahan bakar fossilnya.

Visualcapitalist.com menyebut jika jejak karbon transportasi udara terutama aktivitas penerbangan jarak pendek, sebagai kontributor terbesar pencemaran udara di Bumi.

Angka jejak karbon penerbangan pendek itu setara 255 CO2, setiap kilometer  perjalanan seorang penumpang pesawat.

Lantas, keberhasilan penggunaan Bioavtur itu menjadikan sebuah kampanye positif, mengawali ambisi net-zero emisi Indonesia?

Dimana Indonesia juga sudah menargetkan formula bauran energi. Dimana energi terbarukan (ET) yang akan dominan sebesar 31.2%, Batu bara 25.3%, dan gas 24% serta minyak bumi sekira 19.5% di tahun 2050 mendatang.

Nah, istilah Sustainability, pada akhirnya menjadi kata kunci untuk wujudkan semuanya itu, bukan?

Salah-satunya yakni aplikasi Sustainability Apical Group. Dimana komitmen Apical2030 akan lebih mendorong daerah Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai salah-satu Role-Model aplikasi Sustainability bisnis Sawit Indonesia. Sekaligus mencipta Bioenergi sebagai sumber kekuatan bagi kemandirian energi Bangsa, serta sumber inspirasi inovasi teknologi generasi mendatang.

Lantas, bagaimana bisa? Yuk tuntaskan saja bacanya!

Bioenergi andalan masa depan Bangsa Indonesia

Bertanya dalam hati ini, kapan kebergantungan kita terhadap energi fosil akan sirna?

Karena kelangkaan bahan bakar fosil di masa depan menjadikan ancaman nyata, terhadap sisi kehidupan sosial-ekonomi manusia. Dan hal itu pernah, dan sedang kita rasakan hari ini, bukan?

Namun, bersyukurlah, Indonesia, sudah mulai mengakselerasi transisi energinya, lewat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Dan, salah satunya berupa Bioenergi, yakni bahan bakar nabati (BBN) yang bersumber dari komoditas sawit.

Dalam praktiknya, Indonesia ternyata menjadi negara pertama yang berhasil mengaplikasikan Bioenergi, terutama mencipta produk Biodiesel. Hal ini suatu kebanggaan, bukan?

Balai Teknologi Bahan Bakar dan Rekayasa Desain (BTBRD) menyebutkan, jika biodiesel ternyata memiliki sifat sama dengan bahan bakar solar.

Oleh sebab itu, Biodiesel mampu menjadi bahan bakar pengganti kendaran diesel, mesin industri, serta pembangkit listrik.

Dan hal terpenting lainnya, adalah luaran emisi yang dihasilkan dari Biodiesel akan mampu terurai secara alami, dan tidak beracun bagi lingkungan sekitarnya

Biodiesel yang dciptakan bisnis sawit yang berkelanjutan
Ilustrasi Biodiesel yang dciptakan bisnis sawit yang berkelanjutan I Kompas

Nah, Bioenergi selain berhasil menuntaskan masalah pencemaran udara, merupakan simbol kemandirian energi, melepaskan ketergantungan import BBM fosil. Sekaligus memangkas anggaran subsidi BBM Fosil, mendorong pembiayaan pembangunan infrastruktur, lebih kencang lagi.

Apa Bioenergi itu?

Bioenergi itu adalah salah satu energi yang bersumber dari bahan baku organik.

Sedangkan Bahan Bakar Nabati (BBN)/Biofuel, merupakan turunan energi yang berasal dari bahan baku Bioenergi itu, setelah melewati proses rekayasan teknologi terkini. Lantas, jenis Bioenergi apa saja?

1. Biodiesel

Biodiesel merupakan produk bahan bakar yang sudah melewati proes reaksi metanolisis, mereaksikan minyak nabati, dengan metanol dengan bantuan katalis basa.

Dan akhirnya menghasilkan campuran ester metil asam lemak (FAME), dengan produk ikutan berupa Gliserol.

  • B20

Produk bahan bakar hasil percampuan 20% biodiesel dengan 80% bahan bakar minyak Solar.

  • B30

Produk bahan bakar hasil percampuran 30% Biodiesel dnegan 70 % bahan bakar Solar

  • B100

Produk BBM ini adalah bahan bakar ester metil asam lemak, yang melewati proses eseterifikasi minyak nabati/lemak hewani. Proses itu, memindahkan alkohol dari ester, dengan katalisnya adalah alkohol atau metahnol.

2. Bioetanol/E100/O100

Bioetanal  atau minyak nabati murni, merupakan bahan bakar yang dihasilkan dari percampuran Bioetanol dengan bahan bakar bensin dalam takaran tertentu.

Produksi Bioenergi selaraskan pembangunan jangka panjang  bangsa Indonesia

Dalam benak kita wajarlah bertanya-tanya, bagimana bisa Indonesia kini sangat mengandalkan bahan baku yang berasal dari komoditas minyak sawit (CPO) itu?

Nah, jika saja menelusuri perkembangannya, dalam konteks upaya mempercepat transisi energi. Memang terdapat perkembangan yang sangat efektif dan efisein, atas porsi bodiesel yang terus ditingkatkan, dan berhasil diaplikasikan pada kendaraan, sejak 2010 hingga kini.

Apical2030, Sustainability Apical Group
Dokumentasi Apical

Hal itu dapat dicermati dalam gambaran keberhasilan pengapilikasian Bahan bakar Biodiesel.

Dimana  pemanfaatan biodiesel dalam negeri pada tahun 2018 saja, sudah mencapai 3.75 juta KL.

Jumlah itu mampu menekan impor BBM Solar sekira 466.902 KL, dan berhasil menghemat devisa negara mencapai Rp 26.27 Triliun.

Dan hal penting lainnya, pemanfaatan Biodiesel berhasil memparipurnakan kualitas udara lebih baik, berhasil  menekan emisi GRK mencapai 5.6 juta ton CO2 di tahun yang sama.

Laporan Kajian dan Uji Pemanfaatan B20 oleh Ditjen ENTKE di tahun 2014, melaporkan hasil uji emisi Biodiesel detailnya sebagi berikut:

  • Aplikasi BBM B20 berhasil menghasilkan emisi CO yang lebih rendah karena hadirnya kandungan oksigen dan angka cetane di dalamnya. Dan kedua faktor itu menghadirkan proses pembakaran yang lebih sempurna di dalam mesin kendaraan.
  • Aplikasi BBM  B20 juga menghasilkan emisi Total Hydrocarbon, yang lebih rendah, yang mudah dipantik dari proses pembakaran yang lebih sempurna dalam mesin kendaraan.

Sustainability sawit, kunci transisi energi Bangsa

Kewenangan hak otonomi daerah, sejak gaung Reformasi, menjadikan sebuah semangat baru bagi daerah untuk memacu pembangunan, guna kesejahteraan yang hakiki.

Dan, kini konsep pembangunan berkelanjutan sudah menjadikan syarat mutlak, dilakukan bagi kemanfaatan sumber daya alam generasi mendatang.

Nah, istilah berkelanjutan atau Sustanability adalah sebuah proses pembangunan yang mengoptimalkan manfaat dari sumber daya alam serta sumber daya manusianya, dengan mampu menyelaraskan sumber alam dan manusianya dalam proses pembangunannya itu.

Apical2030, Sustainability Apical Group
Dokumentasi Apical Group
Apical2030, Sustainability Apical Group
Apical2030, Sustainability Apical Group
Apical2030, Sustainability Apical Group
Apical2030, Sustainability Apical Group

Dan dalam konteks upaya memacu kemandirian energi ramah lingkungan, serta upaya percepatan transisi energi itu. Indonesia melayakkan diri, mengandalkan bahan baku Biodiesel itu dari minyak sawit (CPO) yang ketersedianya melimpah.

Meski terdapat alternatif bahan baku dari tanaman lainnya, seperti jarak, kemiri, serta nyamplung yang menyediakan minyak nabati, sebagai bahan baku Biodiesel itu.

Lantas, apakah alasan pemilihan komoditas sawit itu? Tentu berdasarkan pada efisiensi dan efektivitas produktivitas tanaman sawiit, untuk menyuplai bahan baku Bioenergi.

  1. Laporan bertajuk tantangan dan prospek hilirisasi sawit Nasional, menyebutkan jika dengan lahan 0.3 Ha saja, tanaman sawit mampu menghasilkan 1 ton minyak kelapa sawit.
  2. Kelapa sawit juga memiliki peran vital, dalam menguatkan perekonomian bangsa, lewat pemberian devisa terbesar bagi Indoneisa.
  3. Hadir sebuah pembuktian nyata, jika di tengah kelesuan ekonomi akibat pandemi sejak 2020 lalu. Nilai ekspor minyak sawit pada kondisi itu, malah memberikan kontribusi nyata dalam pembiayaan pembangunan negara.

Nah, hal terpenting lainnya adalah dalam mengoptimalkan sumber daya alam atas komoditas sawit.

Koorporasi harus menyertakan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, yang tegas dijalankan. Dimana prinsip tersebut sudah memberikan batasan bagi alas perkebunan sawit, serta mampu membangun kelestarian fungsi ekosisitem alam di sekitar areal sawit. Sekaligus, terpenting juga, adalah mampu mengangkat sisi sosial-ekonomi masyarkat daerah, sekitar areal sawit.

Apical Group, ikon Sustainability bisnis kelapa sawit Global

Apical2030, Sustainability Apical Group
Apical2030, Sustainability Apical Group

Nah APICAL Group, merupakan perusahaan kelapa sawit, yang beroperasi mengolah minyak nabati, lewat jaringan globalnya yang berkembang pesat.

Keberhasilan dalam mengelola bisnis minyak sawit itu juga dipertegas dengan keberhasilan Apical Group, menunaikan prinsip Sustainability menjalankan setiap bisnis sawit di berbagai Negara. Termasuk Apical Group hadir juga di berbagai daerah di Indonesia.

  • Apical Group sudah bersertifikasi  ISCC, RSPO, serta  GMP oleh bandan Internasional..
  • Apical Group juga mmapu  mencatatkan hasil maksimal 100% keterlusuran ke pabrik dan 99.7% ketelusuran ke perkebunannya. Dimana capaian presentase itu merupakan tingkat ketelusuran tertinggi dalam dunia industri.
  • Apical Group juga mendapatkan penilaian sustainable Palm Oil Transparancy Toolkit (SPOTT), 89.4% oleh ZOOlogical Society of London di tahun 2021. Dan menjadikan 10 besar perusahaan sustainable di dunia.

Role Model pembangunan berkelanjutan Apical2030, salah-satunya hadir di Kaltim.

Kalimantan Timur menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki SDA melimpah-ruah, bukan?

Namun harus jujur, jika dahulu, aktivitas eksploitasi SDA yang berjalan tak berkelanjutan itu, berhasil meninggalkan jejak degradasi lingkungan.

Hal itu dapat dilihat dari jejak aktivitas  illegal logging dan illegal mining, yang merajalela hingga saat ini.

Namun pertanyaan yang paling mendasar hadir dalam benak kita adalah? Apakah semua SDA di Kaltim yang melimpah itu, tidak akan habis di masa yang akan datang? Dan, tegakah kita mewariskan semua  kerusakan lingkungan itu kepada generasi Bangsa?

Nah, semakin kemari, diriku sebagai masyarakat yang berdomisili di wilayah Kaltim, juga sudah mampu merasakan beberapa kebijakan pembangunan berkelanjutan itu efektif diterapkan di Kaltim?

Salah satunya, yakni hadirnya kebijakan Pemerintah daerah melepaskan ijin pembukaan lahan bagi ekspansi perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Dan pastinya kebijakan itu mudah menjanjikan masa depan masyarakat daerah Kaltim.

Langkah atas kebijakan itu tentu saja sudah menimbang berbagai hal. Terutama mengenai kerbermanfaat sawit, yang salah satunya mampu meramu bahan baku penciptaan Bioenergi untuk masa depan.

Kini, menurut pendataan Madani Berkelanjutan pada 2021, Kaltim menggenggam lahan sekira 470.7 ribu Ha, yang berstatus lahan sawit berkelanjutan, dari sekitar 1.16 juta Ha lahan berkelanjutan yang tersebar di Nusantara.

Artinya, Porsi besar status lahan di wilayah Kaltim, jelas menjadikan harapan besar Kaltim sebagai Role-Model untuk menjalankan aplikasi Sustanability sawit di Indonesia.

Adalah, PT Kutai Refinery Nusantara, yang merupakan salah satu Perusahaan yang beroperasi di Balikpapan, Kaltim, dan tergabung dalam jaringan bisnis Global Apical Group. Nah, PT Kutai Refinery Nusantara beroperasi meningkatkan produksi lebih dari 680 ribu ton per tahunnya.

Dan Apical Group telah memparipurnakannya sebagai pengelola dan pengekspor minyak sawit beserta produk turunan CPO seperti makanan, olekimia, dan biodiesel mencukupi kebutuhan dalam negeri dan juga ekspor kebutuhan internasional.

Dalam memperkuat kualitas produktivitasnya. Apical2030, sebuah inisiatif keberlanjutan Apical Group akan terus konsisten menjalankan empat pilar strategis Perusahaan. Apa saja itu?

  • Kemitraan Transformatif,
  • Aksi Iklim,
  • Inovasi Hijau
  • Kemajuan Inklusif dalam 10  tahun ke depan, yang menjalankan 5C filosofi bisnis Group, tujuan lingkungan,Sosial dan Tata Kelola (LST), serta  9 tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNSDG).
Apical2030
Ilustrasi Apical2030

Bagaimana Bioenergi mampu menjadi  kekuatan bangsa untuk berinovasi?

Sudah naluriah, jika mobiltas manusia modern masa depan, akan menjadi kebutuhan pokok, yang tidak mungkin dibatasi, terlebih dihilangkan, bukan?

Oleh sebab itu, modernisasi akan terus saja berjalan, untuk memberikan kemudahan, akses mobilitas manusia modern itu.

Salah satunya adalah kehadiran teknologi dalam wujud moda transportasi, yang terus beradaptasi dengan ketersediaan energi yang ‘layak’ untuk menjalankannya.

Nah, isitlah ‘layak’ bukan hanya berarti menyangkut keterjangkauan dan ketersediaan energinya semata, bukan?

Namun pastilah harus mampu juga memenuhi tuntutan terkini, yakni sumber energi itu harus berhasil memberikan andil nyata terhadap keberlanjutan kehidupan Bumi. Baik kepada alam dan manusianya.

Nah, jika harus menjawab kebermanfaatan apa yang didapatkan dari minyak sawit? Tentu jawabnya tidak akan ada habisnya?

Dimana produk turunan dari CPO sawit, sudah menjadi bahan baku utama, yang memenuhi hampir semua kebutuhan manusia modern.

Coba saja, lihat di kehidupan kita! Kebutuhan harian apa sih, yang tidak luput menggunakan bahan baku CPO sih?

Nah beruntung Indonesia diberikan sumber daya alam, berupa tanah subur yang mendukung usaha perkebunan kelapa sawit.

Dan sumber daya itu lantas dilengkapi dengan Teknologi yang dibawa oleh Apical Group memampukannya untuk mengubah sawit menjadi bahan baku CPO bagi penciptaan salah-satunya adalah Bioenergi.

Dan akhirnya, urgenitas produksi CPO, mampu berjalan selaras dengan prisnip Sustainability?

Dimana dimensi sosial-ekonomi-lingkungan masyarakat daerah juga mampu berjalan selaras dengan tujuan pembangunan daerah, oleh kehadiran bisnis sawit itu.

Apical2030, Sustainability Apical Group
Dokumentasi Apical Group

Dan  akhirnya produk Bioenergi itu, akan mengenalkan masyarakat daerah di sekitar areal perkebunan sawit, pada makna kesejahteraan. Dan turut menularkan akses ekonominya ke masyarakat yang lebih luas lagi.

Nah, salah-satu kebermanfaatan Sustainability minyak sawit yang nyata kita dapatkan adalah ketersediaan dan keterjangkauan  bahan pokok yang bersumber dari CPO Sawit? Termasuk  bahan-bakar Biodiesel yang bernilai layak itu.

Bioenergi kekuatan nyata Generasi Bangsa!

Nah setelah membaca tulisan ini, tentu kita akan sepakat, untuk menjadikan  kebermanfaatan minyak sawit sebagai kekuatan generasi mendatang, pada konteks memajukan dunia otomotive?

Dimana dunia otomotive akan efektif menjadikan etalese untuk memajang teknologi terkini, yang melesatkan mobilitas masyarakat modern. Dan menjadikannya  gaya hidup manusia modern, di masa depan.

Yuk berkaca pada, Gelaran MotoGP, yang berhasil menjaja etalase teknologi kendaraan di sirkuit Mandalika saja!

Gelaran itu membuktikan jika teknologi sudah berhasil menjadi sumber inspirasi lintas generasi, sebagai kekuatan untuk memenangkan persaingan kompetisi apa saja. Gelaran itu akan mudah menghadirkan sebuah filosofi, jika  sang juara sejati adalah sosok yang mampu melesat paling awal.

Lantas, ketersediaan Bioenergi yang melimpah di Indonesia kini, layakkah menjadikan modal itu sebagai kekuatan untuk berinovasi?

Sekelebat, kita mampu membayangkan, jika gelaran MotoGP bahkan F1 di masa depan, memungkinkan untuk mengenalkan mesin kendaraan listrik?

Hal itu pasti sangat beralasan, dimana teknologi mesin tenaga listrik sudah massif diperkenalkan negara-negara barat lebih dulu, lewat wujud moda transportasinya saat ini bukan?

Jika dunia barat, sudah mampu mengenalkan mesin listrik/panel surya, apakah generasi bangsa Indonesia juga akan mampu menciptakan teknologi yang jua mampu beradaptasi dengan ketersediaan Bioenergi di Indonesia?

Dan penciptaan teknologi itu, akhirnya mampu kita pajang di gelaran MotoGP atau F1 Mandalika, di suatu saat nanti? Ah, Impian itu logis, bukan?

Nah, jika saja kita menarik kembali kesuksesan pesawat FTB karya anak bangsa di awal tulisan, yang berhasil mengadaptasikan teknologinya denagn Bioavtur.

Ternyata  sadar atau tidak, hal itu sudah  menjadikan Bienergi, sebagai kekuatan inovasi bagi generasi bangsa untuk lebih maju!

Nah, sampai di titik ini, setidaknya apa yang ada di benak kita akan selaras dengan keinginan salah seorang pembalap nasional bernama Ryan Heryanto.

Ilustrasi Ryan Heryanto kala berkompetisi di balapan Formula
Ilustrasi Ryan Heryanto kala berkompetisi di balapan Formula I Apical Group
Ryan Heryanto
Ryan Heryanto

Dimana dia menyebut. jika peran utama teknologi dalam memodernisasi cara berpikir masyarakat, mendukung upaya pemerintah dalam mempromosikan energi terbarukan untuk kendaraan seperti penggunaan biodiesel.

Penutup : Sustainability Apical2030 harus mampukan berdayakan kehidupan kita lebih bermanfaat

Di masa depan nanti. Massifnya masyarakat Indonesia untuk segera beralih menggunakan Bioenergi, yakni Biodiesel, tentu akan lebih meyakinkan jika kekuatan Bangsa Indonesia itu benar-benar nyata.

Iyes, kekuatan yang mampu menghadirkan kemandirian energi, mudah merangsang inovasi teknologi Bioenergi, untuk mampu bersaing dengan teknologi mesin yang bersumber pada ragam EBT lainnya, bukan?

Julian Johan, pembalap Offroad
Julian Johan

“Kami para pembalap off-road terbiasa berlomba di luar lintasan dan menggunakan semua hal untuk berlomba satu sama lain.Akhirnya, beralih ke bahan bakar yang lebih alami seperti biodiesel adalah pilihan yang masuk akal. Balapan pada medan dan lingkungan yang alami adalah inti dari balap off-road, dan kami akan lakukan apa saja untuk melindungi lingkungan.” —Julian Johan, Pembalap Off-Road


Ahh.. lantas membayangkan sejenak, setelah teknologi pesawat terbang yang mampu memanfaatkan komoditas sawit via Bioavtur.

Entah teknologi apalagi selanjutnya, yang akan mampu menginspirasi anak bangsa menciptakan hal lainnya, mempermudah kehidupan manusia. Sekaligus menjamin kelangsungan mahluk Bumi di masa mendatang?

Sustainability Apical, pasti akan sengaja memudahkan untuk wujudkan semua impian tadi, bukan?

Dimana komitmen Sustainability Apical2030 akan mampu melayani gaya hidup bermobilitas masyarakat modern, yang lebih ramah lingkungan di masa depan via Bioenergi Sawit. Dan terpenting lagi, Sustainability Apical2030, juga akan berkontribusi aktif dan memberikan andil atas  pemerataan pembangunan Indonesia seutuhnya.

Apical2030, Apical2030, Apical2030, Apical2030, Apical2030, Apical2030, Apical2030, Apical2030, Apical2030

Sumber bacaan : https://www.apicalgroup.com/

Kamu juga harus baca artikel ini!

error: Content is protected !!